Menag: Meski Tak Mudik, Umat Islam Harus Tetap Gembira Sambut Ramadhan

156
Menteri Agama RI Jenderal (Purn) Fachrul Razi. (Foto: Kemenag)
Menteri Agama RI Jenderal (Purn) Fachrul Razi. (Foto: Kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, menyampaikan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) mendukung pelarangan mudik dilakukan lebih awal di awal Ramadhan dan berharap tidak mengurangi semangat dan kegairahan kita dalam menyambut Ramadan 1441 Hijriah.

Diakui oleh Menag, kenikmatan saat bulan Ramadhan itu di kampung bersama keluarga, orangtua, serta Saudara-saudara untuk buka puasa, makan sahur, dan salat tarawih bersama-sama, tapi kalau pada saat situasinya memang aman.

”Jadi yang paling utama buat kita ya kita tetap melaksanakan puasa wajib dengan sebaik-baiknya sesuai kemampuan kita tapi kita di rumah saja, tidak usah mudik,” ujar Menag saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas), Selasa (21/4).

Namun, Menag menyampaikan bahwa mudik itu saat ini digarisbawahi memang mudharatnya lebih banyak dalam situasi sekarang ini dibandingkan manfaatnya.

”Kita mudik membawa tanpa kita sadari kita mungkin membawa benih-benih virus ke kampung, sampai di kampung kita juga harus diisolasi. Sampai di sana juga kemudian kalau benih yang kita bawa kemudian bisa menularkan orangtua kita, menularkan ke saudara kita di kampung ya akhirnya mudharatnya lebih banyak daripada manfaatnya,” kata Menag. Tanpa mengurangi kegairahan menyambut Ramadhan, Menag menyampaikan memang sebaiknya sekarang di tempat masing-masing saja, bersama keluarga inti melaksanakan shalat-shalat wajib, shalat tarawih, tadarus dan lain sebagainya di rumah masing-masing saja,” tutur Menag.

”Saya harapkan ini tidak sedikit pun mengganggu kegembiraan kita dalam menyambut Ramadhan kali ini,” tambah Menag. Keputusan Pemerintah untuk melarang mudik yang dimulai awal Ramadan, menurut Menag, disetuju sekali.

”Kenapa begitu? Biasanya kita kan sudah awal Ramadhan itu sudah mengambil ancang-ancang untuk pulang ke kampung, kalau kita sudah mengambil ancang-ancang pulang ke kampung seolah-olah boleh tiba-tiba pertengahan Ramadhan diumumkan tidak boleh, jadi kita sepertinya sia-sia saja perencanaan kita,” ungkap Menag.

Jadi kalau awal Ramadhan sudah diingatkan dilarang, lanjut Menag, sehingga enggak usah ambil ancang-ancang lagi pulang kampung lah, enggak usah siap-siap.

”Siap-siap saja berbuka puasa, makan sahur, salat tarawih, bertadarus, untuk iktikaf kita lakukan dengan kita ganti dengan membaca Al-Quran atau dzikir di rumah saja,” pungkas Menag seraya menyampaikan Marhaban ya Ramadhan, Marhaban ya Ramadhan, Marhaban ya Ramadhan.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here