Menag: Kita Harus Thinking Out of the Box

359
Menag OK
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Rikie/kemenag)

Bogor, Muslim Obsession – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memandu para peserta dalam sessi Leadership pada Rapat Pimpinan Kementerian Agama di Sentul, Bogor, Kamis (6/12/2018).

Menag yang hadir mengenakan kemeja garis-garis memberikan tugas pertama, dengan meminta para peserta yang hadir untuk menuliskan apa kegunaan atau manfaat penjepit kertas sebanyak-banyaknya.

Jawaban para peserta bervariasi, ada yang menjawab 3 hingga 13 jawaban. Ada yang menjawab sebagai penjepit kertas, penjepit hidung, hingga sebagai alat urut dan kerokan.

“Ini lazimnya untuk menjepit kertas. Kalau untuk menjepit hidung, aneh saja. Tapi yang aneh itu bukan berarti salah. Bisa untuk urut, kerokan, gak lazim tapi bisa,” kata Menag, seperti dilansir Kemenag, Jumat (7/12/2018).

Salah satu prinsip dasar kepemimpinan menurut Menag adalah kreativitas. Kreativitas seorang pemimpin akan terlihat bila ia bisa berpikir di luar kelaziman.

“Kita harus thinking out of the box. Semua kreativitas itu, datang dari cara berpikir orang yang tidak lazim,” kata Menag.

Kemampuan berpikir di luar kelaziman menurut Menag perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Hal ini berguna untuk menyelesaikan masalah atau problem yang dihadapi.

“Orang kreatif itu terkadang dia keluar dari masalah bukan berarti meninggalkan masalah. Keluar dari masalah untuk melihat masalah dari luar. Terkadang kita perlu sedikit keluar untuk melihat apa sebenarnya masalah yang dihadapi,” ujar Menag. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here