Menag Ingatkan Tempat Ibadah Bukan Untuk Kegiatan Politik

436
Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Arah.com)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengimbau ulama dan masyarakat untuk tidak memberikan ceramah mengenai politik di rumah ibadah.

Menag beralasan, saat ini masih banyak tempat ibadah yang dijadikan kegiatan politik praktis.

“Misalnya mari dukung calon A, jangan calon B. Dukung partai A, jangan partai B. Ini yang tidak boleh,” ujarnya di hadapan seluruh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dari seluruh daerah di Indonesia, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Dia pun meminta FKUB untuk memberikan sosialisasi kembali mengenai 9 seruan ceramah di rumah ibadah yang dikeluarkannya pada 2017 lalu.

“Jangan sampai rumah ibadah itu digunakan sebagai tempat yang justru menggunakan agama untuk membuat polarisasi di tengah masyarakat hanya karena aspirasi politik yang berbeda,” tambahnya.

Dia juga menghimbau masyarakat untuk menegur dan mengingatkan penceramah di rumah ibadah jika isi ceramah yang digunakan bersifat memecah belah masyarakat. Selain itu juga dia meminta pengelola rumah ibadah menunjuk atau menggunakan penceramah yang tidak justru menyebabkan umatnya berkonflik.

Sebagai informasi pada 2017 lalu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengeluarkan 9 seruan ceramah di rumah ibadah. Seruan itu diantaranya penceramah harus memiliki pemahaman agama dan pengetahuan yang memadai.

Meski dikeluarkan pada tahun lalu, Lukman yakin seruan tersebut berhasil dijalankan.

“Secara umum kami merasa bersyukur ini berhasil, tapi kami tidak bisa menutup mata ada beberapa rumah ibadah yang digunakan (dengan tujuan) yang tidak kita hendaki,” pungkasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here