Menag Harapkan Alumni Daar El Qolam Maju di Segala Bidang

597
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Jakarta, Muslim Obsession – Puncak peringatan Milad ke-50 Daar El Qolam akan diisi dengan Sarasehan Internasional Forum Pimpinan Pesantren Alumni Gontor yang digelar hari ini, Sabtu (20/1/2018).

Sejumlah tokoh memberikan ucapan selamat sekaligus harapannya kepada pondok pesantren yang dikenal menerapkan sistem pendidikan modern tersebut.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan berharap Daar El Qolam bisa menjadi sarana pendidikan tradisional yang memperkuat kedaulatan NKRI.

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengharapkan Pondok Pesantren Daar El Qolam, Banten, beserta alumninya bisa bergerak maju di segala bidang. “Saya harap semua alumni Daar El Qolam agar dapat bisa bergerak di berbagai bidang,” kata Menag dalam keterangan tertulisnya.

Memasuki miladnya yang ke-50 tahun ini, Daar El Qolam diharapkan terus memberi sumbangsih bagi Indonesia lewat kekhasannya.

Untuk memperingati Milad ke-50, Ponpes Daar El Qolam menggelar sejumlah kegiatan bertajuk “Menjaga Amanah, Merawat Tradisi, Merespon Modernisasi”. Rangkaian acara itu sendiri berlangsung sejak 15-22 Januari 2018.

Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan antara lain Jambore dan Raimuna Antarpesantren se-Jawa dan Sumatera, Malam Refleksi dan Tayangan Film Dokumenter 50 Tahun Daar El Qolam, Apel Peringatan Milad, Silaturahmi Nasional dan Sarasehan Internasional Forum Pimpinan Pesantren Alumni Gontor dan Gintung.

Selain itu, juga digelar ajang Reuni Akbar Alumni Daar El Qolam, Daar El Qolam Expo, dan hiburan masyarakat yang akan menampilkan Rhoma Irama dan Soneta Grup.

Daar El Qolam merupakan pondok pesantren yang didirikan pada 20 Januari 1968 oleh Kiai Ahmad Rifa’i Arief atas prakarsa ayahandanya H. Qasad Mansyur yang juga seorang tokoh masyarakat.

Ponpes ini dikenal sebagai salah satu Pesantren Modern yang merujuk system pembelajaran yang diterapkan di pesantren tersebut, dimana para santri tidak hanya mendapatkan pelajaran-pelajaran yang berbasis kitab-kitab klasik, tetapi juga pendidikan umum dengan pendekatan metode pendidikan modern.

Saat ini Ponpes terbesar di Provinsi Banten itu memiliki 5.500 santri yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan 370 orang guru. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here