Menag: Hanya Indonesia yang Berikan Uang Saku kepada Jamaah Haji

334
Menag RI sambangi jamaah haji Indonesia (Foto: PHU)

Makkah, Muslim Obsession — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan ternyata hanya Indonesia yang merupakan satu-satunya negara di dunia yang memberi jamaah hajinya dengan uang saku (living cost).

Uang Saku ini disisihkan dari biaya haji yang dibayarkan masyarakat. Bahkan, pemberian uang saku ini telah berjalan sejak lama.

“Hanya Indonesia yang membekali jamaahnya dengan uang saku,” kata Menag, usai memberikan tausiyah di Zamazem Al Rawdah, kawasan Syisyah Rawdah, Makkah, Rabu (15/8/208) siang, sebagaimana dirilis PHU.

Menurut Menag, uang saku sebesar SAR 1.500 itu dimaksudkan agar jamaah terjamin kebutuhan pokoknya.

“Apalagi H-3 hingga H+2 fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) layanan katering dihentikan karena tidak ada angkutan,” jelas Menag.

Penghentian angkutan shalawat merujuk keputusan Komisi Tertinggi Pengawas Transportasi Haji Saudi yang memang melarang moda transportasi beroperasi di Makkah pada periode tersebut.

Di sisi lain, Menag kembali mengingatkan kepada jamaah untuk menjaga kesehatan. “Kesehatan merupakan syarat mutlak beribadah, juga untuk menikmati semua fasilitas yang telah disediakan pemerintah,” katanya.

Untuk itu, pihaknya berharap seluruh jamaah dapat mengendalikan diri dan mengukur daya tahan tubuh masing-masing. “Inti haji adalah wukuf di Arafah sehingga untuk saat ini jangan memforsir berlebihan yang bisa berimplikasi buruk pada kesehatan kita,” pungkas Menag. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here