Menag: Hampir 100 Persen Sekolah Pesantren Sudah Belajar Tatap Muka

122
Menteri Agama, Fachrul Razi. (Foto: Kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Memasuki new normal, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, hampir 100 persen sekolah pondok pesantren sudah kembali menggelar pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka di pesantren tak mengacu pada zonasi.

Namun, pada wilayah-wilayah yang tidak diperbolehkan pemerintah atau Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam hal ini wilayah yang masuk zona merah, pembelajaran tak dilakukan secara tatap muka.

“Pesantren ya mungkin sudah hampir 100 persen semua untuk masuk kembali tanpa mempedulikan zona,” kata Fachrul dalam sebuah forum virtual yang digelar Kemendikbud RI, Jumat (7/8/2020).

“Tapi dengan tadi kami garis bawahi, kecuali di tempat-tempat yang tidak dibenarkan oleh pemerintah daerah setempat atau gugus tugas setempat,” tuturnya.

Fachrul mengatakan, sejak awal masa pandemi Covid-19, tak seluruh pesantren tutup dan memulangkan santri mereka ke rumah. Banyak juga pesantren yang tetap menggelar kegiatan pembelajaran seperti biasa.

Hanya saja, diwajibkan bagi mereka untuk menjamin keamanan ustadz, guru, dan santri dari penularan virus melalui penerapan protokol kesehatan.

Belakangan, pesantren yang sempat memulangkan santrinya pun sudah menggelar pembelajaran tatap muka, sehingga para santri banyak yang sudah kembali.

“Banyak yang dari awal memang nggak tutup. Kedua, ada yang sebagian memulangkan (santri) tapi sebagian lagi tetap belajar seperti biasa, ada yang memulangkan penuh dan sekarang sudah kembali,” ujar Fachrul.

Menurut Fachrul, mengontrol pengendalian virus di lingkungan pesantren lebih mudah dibandingkan di sekolah.

Sebab, di pesantren, santri, ustaz maupun guru berada di lingkungan yang sama dalam waktu lama dan tidak keluar masuk setiap hari sebagaimana siswa dan guru di sekolah.

“Begitu santri masuk, ustaz-ustaz masuk, mereka nggak ke mana-mana lagi. Sehingga sudah betul-betul dia masuknya sehat, di dalam suasana sehat kemudian nggak boleh keluar lagi, protokol kesehatan diterapkan ya Alhdmulillah semua sehat,” kata Fachrul.

Fachrul berharap, ke depan jajaran Kemenag di daerah dapat terus mengingatkan pentingnya protokol kesehatan di lingkungan pesantren serta melakukan pengawasan.

“Kami berusaha semaksimal mungkin mengaktifkan Kakanwil Agama, Kepala Kantor Agama Kabupaten/Kota, KUA dan penyuluh-penyuluh agama untuk aktif melakukan kegiatan ini. Dan kami juga berkoordinasi dengan induk-induk organisasi dari pesantren-pesantren itu, khususnya ormas-ormas Islam yang mengkoordinasi mereka,” kata dia. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here