Menag: Divaksin Bagian dari Menjalankan Ajaran Agama

61

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada semua masyarakat agar nantinya tidak takut untuk dilakukan vaksin corona. Sebab, vaksin ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk melindungi diri sebuah penyakit.

Karena itu, ia menganggap siapapun yang mau divaksin, berarti dia telah menjalankan ajaran di semua agama. Dimana agama memerintahkan kepada umatnya untuk tetap berikhtiar agar terhindar dari sebuah penyakit.

“Semua agama tanpa terkecuali mengajarkan kita untuk saling melindungi satu di antara yang lain, dan vaksinasi ini bagian dari upaya untuk menjalankan ajaran agama tersebut,” ujarnya, Selasa (12/1/2021).

Ia menyatakan program vaksinasi Covid-19 merupakan upaya pemerintah melindungi warganya dari penularan Covid-19.

Untuk itu, Yaqut menilai sudah selayaknya masyarakat membantu pemerintah dengan mengikuti program vaksinasi Covid-19 untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Terlebih, vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan, khususnya buatan SInovac, sudah mendaoat fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah memberikan lampu hijau dengan mengeluarkan izin edar darurat terhadap vaksin buatan Sinovac.

Adapun BPOM telah merilis tingkat efikasi (keampuhan) vaksin buatan SInovac tersebut yakni sebesar 65,3 persen.

“Artinya, vaksin ini boleh digunakan untuk seluruh umat Islam selama terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten,” ujar Yaqut.

Sementara itu program vaksinasi Covid-19 akan dimulai dan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Untuk membangun kepercayaan masyarakat, Presiden Jokowi pun akan menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin Covid-19. Jokowi akan disuntik vaksin Covid-19 bersama sejumlah pejabat dan tenag akesehatan.

Vaksinasi tahap pertama diperuntukkan bagi tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi tertular Covid-19 sebagai garda terdepan dalam pelayanan terhadap pasien Covid-19. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here