Menag: ASN Jangan Gunakan Kacamata Kuda dalam Bekerja

607
Menag HAB
Menag Lukman dan Sekjen Kemenag Nur Syam menyapa ASN Kemenag usai upacara Hari Amal Bakti ke-2 Kemenag di Jakarta. (foto: danil/kemenag.go.id)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta ASN Kementerian Agama untuk jangan gunakan kacamata kuda dalam bekerja, sehingga minim kepedulian terhadap sekitar. Dengan mendengar aspirasi dari berbagai arah, kata dia, setiap orang dapat mencapai target kinerja sekaligus memenuhi harapan publik.

Pernyataan itu diucapkan Menag dalam sambutannya pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-72 di Lapangan Upacara Kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta, Rabu (3/1/2017).

“Marilah kita latih kepekaan agar lebih memahami persoalan riil di masyarakat sehingga dapat menentukan prioritas kerja. Dalam bahasa agama, langkah ini dikenal dengan istilah taqdimul aham min almuhim, dahulukan yang terpenting daripada yang penting,“ ajak Menag, seperti dilansir situs resmi Kementerian Agama.

Menag berpesan dan mengajak kepada seluruh jajaran Kementerian Agama, untuk memaknai bekerja sebagai ibadah. Bekerja melayani masyarakat adalah sebuah kehormatan.

“Mari menjalankan pengabdian dengan sikap amanah dan keikhlasan, dan jangan sekali-kali mempermainkan jabatan, “ pesan Menag.

“Sebagai hamba Tuhan dan aparatur negara, kita semua menyadari bahwa panggilan terbesar tentu adalah panggilan Tuhan. Maka yakinilah bahwa panggilan tugas melayani sesama, melayani masyarakat sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab kita masing-masing hakikatnya adalah pengejawantahan dan manifestasi dari panggilan Tuhan,“ sambung Menag.

Menurut Menag, pada masa kekinian, tugas ASN Kemenag itu semakin berat tantangannya karena  menghadapi zaman yang cepat berubah.  ASN tengah berada dalam lingkup masyarakat lebih luas yang meliputi warga global hingga generasi digital.

“Tuntutan publik terhadap kita semakin tinggi, terbuka, dan spontan. Diperlukan sikap yang tepat dan cerdas dalam merespons tuntutan masyarakat terhadap Kementerian Agama,” ujarnya.

Pada peringatan HAB tahun ini, Menag memberikan Penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada sejumlah ASN Kemenag. Tanda kehormatan diberikan atas pengabdian selama 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Kepres) No.117/TK Tahun 2017.

Penghargaan Satya Lencana Karya Satya 30 tahun ASN Kemenag disematkan dan diwakili Sekjen Kemenag Nur Syam. Sementara Satya Lencana Karya Satya 20 tahun diberikan dan diwakili Dirjen Binmas Budha Caliadi.

Adapun penghargaan pengabdian 10 tahun diberikan kepada Kepala Bidang Pengkajian Al-Qur`an Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran, Muchlis Hanafi. Juga diberikan penghargaan bagi sejumlah Teladan Kemenag. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here