Menag Apresiasi Langkah Tabayun Banser Terkait Penghinaan Terhadap Habib Luthfi

205
Menag Fachrul Razi kembali disorot usai pernyataan 'good looking' yang dinilai sebagai islamophobia oleh sebagian kalangan. (Foto: Kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Tabayun yang dilakukan Banser PC Ansor Bangil mendapat apresiasi dari Menteri Agama Fachrul Razi. Banser melakukan tabayun atau klarifikasi atas adanya dugaan penghinaan terhadap tokoh NU Habib Luthfi.

Penghinaan terhadap ulama besar asal Pekalongan itu diduga dilakukan oleh akun media sosial salah seorang guru di sebuah yayasan lembaga pendidikan Islam di Rembang yang juga diduga menjadi tempat penyebaran ideologi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Saya memberi apresiasi atas langkah tabayyun yang dilakukan oleh Banser PC Ansor Bangil yang mengedepankan cara-cara damai dalam menyikapi gesekan yang terjadi di masyarakat terkait masalah keagamaan,” tutur Menag seperti dilansir Kemenag, Sabtu (22/08).

Apa yang ditunjukkan Banser Bangil, imbuh Menag, merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam menjaga kerukunan dan mengawal komitmen kebangsaan, dengan tetap berpegang pada koridor hukum.

Saat ini Kankemenag Pasuruan sudah menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait dugaan penghinaan dan penyebaran ideologi HTI di wilayah tersebut.

Menag menegaskan, saat ini tidak ada lagi ruang untuk berkembangnya ideologi apapun yang dimaksudkan sebagai pengganti Pancasila sebagai ideologi negara.

“Setiap umat beragama harus memiliki komitmen kebangsaan atas dasar Pancasila dan UUD 1945 yang telah menjadi kesepakatan bersama. Kesalehan dalam beragama tidak boleh dihadap-hadapkan dengan kesetiaan dalam bernegara,” ujarnya.

Menag mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati menggunakan media sosial dengan tidak mengumbar kebencian, cacian, apalagi terkait isu keagamaan yang sangat sensitif.

Sebelumnya, diberitakan Editor.id, ratusan anggota Banser NU dari PC GP Ansor Bangil, mendatangi sebuah rumah seseorang yang dituding sebagai pimpinan HTI di Bangil, karena salah satu anggotanya diduga menghina Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di media sosial Facebook.

Proses tabayun itu juga dihadiri kepala desa dan muspika setempat. Dalam tabayun itu pula pemilik akun disebut mengaku sering melakukan pertemuan dengan anggota HTI lainnya di sebuah lembaga pendidikan yang ada di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang.

Saat itu, PC GP Ansor Bangil menyatakan akan melaporkan ke polisi pimpinan HTI yang sudah menghina NU dan Habib Lutfi selaku panutan Nahdliyin, serta presiden Jokowi sebagai kepala negara. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here