Menag Ajak Umat Islam Ciptakan Kehidupan Harmonis Berlandaskan Al-Quran dan Hadits

79
Menag saat menutup gelaran Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits (MHQH) Amir Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud Tingkat Nasional ke-13, Kamis (25/3/2021).

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat Islam untuk menjadikan Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman dan menciptakan kehidupan yang harmonis dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Demikian dikatakan Menag saat menutup gelaran Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits (MHQH) Amir Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud Tingkat Nasional ke-13, Kamis (25/3/2021).

“Bagaimana kita hidup dalam perbedaan baik agama, keyakinan maupun bangsa, hendaknya kita selalu mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dan Hadis dengan senantiasa menjaga persaudaraan dan respek kepada pihak lain,” kata Menag dalam sambutan yang disampaikan secara virtual.

Menurutnya, perbedaan adalah sunnatullah, sebuah keniscayaan yang perlu disikapi secara matang. Perbedaan perlu dijadikan sebagai kekuatan untuk membangun kerja sama dengan banyak pihak.

Baca juga: 

Lahirkan Para Penghafal Al-Quran, Kemenag Apresiasi Peran Guru Tahfizh di Tanah Air

Atase Agama Saudi Terkesan pada Kualitas Penghafal Al-Quran Indonesia

Dibuka Esok, MHQH Amir Sultan ke-13 Diikuti 250 Hafizh dan Hafizhah

“Mari kita wujudkan dan wariskan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara dengan mengacu pada upaya pembangunan peradaban dan berorientasi masa depan. Kita semua yakin dengan Al-Quran dan Hadits. Kita akan mampu beradaptasi dengan setiap perubahan yang terjadi,” ujarnya.

Menag menuturkan, kecintaan kepada Al-Quran dan Hadis jangan dijadikan alasan terpenjara oleh sikap dan prilaku sempit, yakni merasa paling benar sendiri dan mudah menyalahkan orang lain.

“Al-Quran dan Hadits, jelasnya, merupakan jalan terang yang menekankan kita untuk memikirkan masa depan yang cerah, lebih dinamis, dan optimis,” jelasnya.

Menag mengatakan bahwa Indonesia dan Arab Saudi adalah bangsa besar yang mampu berjalan dan seiring menjunjung tinggi nilai-nilai Universal Islam. Bangsa yang besar dan maju adalah bangsa yang selalu berfikir dalam tiga dimesi, yaitu masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

“Hal terpenting dari gelaran MHQH adalah bagaimana kita mampu menggerakkan masyarakat untuk mencintai, memahami, mendalami kemudian berprilaku sesuai dengan nilai-nilai Al-Quran dan Hadis demi kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia,” pesannya.

Sekadar diketahui, 40 penghafal Al-Quran berhasil melaju ke babak final untuk kategori putra dan putri. Sedangkan babak final cabang hadits diikuti 10 penghafal hadits terbaik dari 34 provinsi di Indonesia. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here