Memahami Ucapan ‘Insya Allah’

107

Oleh: Drs. H. Tb Syamsuri Halim, M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Berjanji dalam kehidupan sosial masyarakat adalah semacam bunga-bunga kehidupan. Kendati demikian, dalam Islam terdapat aturan-aturan yang tidak boleh ditubruk, yaitu harus menyertakan ajaran agama, dan itu sudah menjadi ciri khas orang yang bertakwa kepada Allah.

Dalam masyarakat Islam, ketika berjanji, lazim orang mengatakan “Insya Allah”. Sebenarnya apa arti kata tersebut? Yakni segala sesuatu yang menyangkut “nanti atau besok”, tergolong dalam pengertian “akan datang”. Manusia tidak dapat memastikan kecuali bila dikehendaki Allah.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا (23) إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَدًا (24

“Dan janganlah sekali-kali engkau mengatakan: Sungguh aku benar-benar pasti melaksanakan itu besok. Kecuali dengan mengatakan: Insya Allah (jika Allah menghendaki). Dan ingatlah Tuhanmu ketika engkau lupa. Dan ucapkanlah: Semoga Rabbku akan memberikan bimbingan kepada yang lebih dekat untukku dari petunjuk,” (QS. Al-Kahfi: 23-24).

Bila menyangkut masa akan datang maka ada 5  unsur yang harus diperhatikan, yakni pelaku (subjek), orang yang diperlakukan (objek), waktu dan tempat kejadian, sebab-musabab, serta kekuatan dan kemampuan yang diperlakukan untuk pelaksanannya.

Tidak ada jaminan bila masa akan datang kita masih hidup, atau jaminan bahwa kita ada waktu untuk ke depannya. Maka sebutan Insya Allah itu hakikatnya adalah doa kita untuk minta dijamin Allah bahwa nanti atau besok kita masih bisa beraktivitas dan bisa memenuhi Janji.

Namun itu semua dikembalikan kepada yang  pengatur waktu dan keadaan, yaitu Allah Yang Mahakuasa. Manusia harus menurut perintah-Nya, yakni dengan mengucapkan kata insya Allah (apabila Allah menghendaki). Tentu apabila Allah tidak menghendaki, pasti rencana itu gagal.

Rujukan:

Buku “Anda Bertanya Islam Menjawab” Karya: Prof. Dr. M. Mutawalli Asy-Sya’rawi, Penerbit: Gema Insani Press.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here