Medsos Ancam Persatuan Bangsa

39

Jakarta, Muslim Obsession
Media sosial (medsos) kini cenderung menjadi media provokasi dan adu domba. Tanpa disadari, orang-orang mulai beringas dan mudah terbakar amarah.

Demikian dikemukakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keterangan pers, Ahad (13/1/2019). Menurutnya, tanpa disadari, bangsa Indonesia yang awalnya toleran kini menjadi beringas dan mudah terbakar amarah.

Melalui medsos, jelas Panglima, orang-orang dengan mudah mencaci dan menghujat tanpa arah. Dampaknya, bangsa Indonesia menjadi rentan untuk terpecah-belah.

Panglima menuturkan, banjirnya informasi tersebut sangat sulit dipilah dan diverifikasi kebenarannya. Hal ini disebabkan oleh revolusi industri 4.0 beserta teknologi informasinya.

“Media sosial kini tidak sekadar menjadi media komunikasi, tetapi cenderung menjadi media provokasi dan adu domba,” ucapnya.

Sebelumnya, Panglima pernah menyampaikan bahwa kemajuan teknologi saat ini membuat arus informasi menjadi sulit terkendali. Kemudahan berkomunikasi itu tidak hanya membantu, tetapi juga membanjiri masyarakat dengan informasi sampah dan tidak bertanggung jawab.

“Informasi-informasi yang berseliweran di media-media sosial dan yang tidak jelas maksud dan tujuannya, akan menjadi sarana penghasutan dan membentuk opini yang menyesatkan,” kata Hadi.

Ancaman itulah yang kini juga dihadapi oleh prajurit TNI, yakni ancaman melalui media sosial. Hadi mengungkapkan, ia sering mengingatkan perihal ancaman kesenjangan dan siber.

“Ancaman lain akan semakin kompleks. Metode pertempuran juga semakin kompleks. Untuk itu kita perlu menyesuaikan doktrin, taktik dan cara bertempur kita. TNI harus senantiasa lebih unggul dari ancaman apapun yang mungkin timbul,” jelasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here