Mbah Moen Kupas Filosofi Tanggal Kemerdekaan Indonesia

534
KH Maimun Zubair didampingi Ketum Majelis Munajat Indonesia Berkah (MMIB) H Usamah Hisyam saat menghadiri Musyawarah Nasional Alim Ulama, Maret 2019 lalu. (Foto: Edwin B/OMG)

Klaten, Muslim Obsession – Tanggal 17-8-45 atau 17 Agustus 1945, selain diperingati sebagai tanggal kemerdekaan bangsa Indonesia, ternyata memiliki keistimewaan tersendiri.

Hal tersebut disampaikan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair di hadapan puluhan ribu jamaah yang menghadiri peringatan Harlah ke-96 NU di Alun-alun Klaten Jawa Tengah, belum lama ini.

Menurut ulama yang akrab disapa Mbah Moen itu, angka tersebut juga memiliki hubungan erat dengan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

“Maka jangan melupakan Garuda Pancasila! Antara Indonesia dengan NU itu memiliki kesamaan 17-8-45. NU Harus Cinta kepada bangsa. Harus jaga Ukhuwah wathaniyah (Kebangsaan) dan Ukhuwah Diniyah (Keagamaan),” terang Mbah Moen dikutip dari siaran pers NU, Jumat (5/4/2019).

Lebih lanjut dipaparkan Mbah Moen, bahwa angka I7 berhubungan dengan proklamasi, kemudian jumlah pada 2 sayap pada Garuda dan juga berhubungan dengan jumlah raka’at shalat.

Angka 8 berhubungan dengan turunnya Al-Qur’an pada bulan Agustus, Nabi dikandung Ibunya pada Bulan Agustus, proklamasi pada bulan Agustus dan berhubungan dengan jumlah pintu Surga.

“Sedangkan angka 45, angka 4 berhubungan dengan pilar 4 yaitu: PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia Harga Mati, dan UUD 45). Di sinilah tidak ada paksaan dalam beragama: “laa ikraha fiddiin,” ungkapnya.

Mbah Moen juga mengajak untuk selalu menjaga persatuan walau dalam perbedaan. Beliau berharap, mudah-mudahan kita Bangsa Indonesia menjadi satu Nusa satu Bangsa dan satu Bahasa.

Dalam kesempatan tersebut, Mbah Moen juga menceritakan tentang keadaan Bangsa Arab sebelum, selama, dan setelah Nabi Muhammad Saw. Diterangkan dia, setelah Nabi Saw. wafat Indonesia menjadi satu-satunya negara yang mempersatukan Asia-Afrika dengan Konferensi Asia-Afrika, saat inipun Indonesia juga mempersatukan dunia.

Selain hadir di peringatan NU Klaten, dalam kunjungannya di daerah Soloraya, Mbah Maimoen juga sempat menghadiri beberapa acara lainnya, di antaranya acara doa bersama di Pesantren Azzayadiy Laweyan Kota Surakarta. Dalam kesempatan tersebut, Mbah Moen bersilaturahim bersama sejumlah tokoh ulama dan pengurus NU setempat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here