Masyhur di Nusantara, Shalawat Asyghil Dibaca Saat Suasana Genting

23699
Para peserta Musyawarah Nasional Alim Ulama sedang berdoa bersama. (Foto: OMG)

Muslim Obsession – Salah satu shalawat yang kerap didengar masyarakat Muslim di Tanah Air adalah Shalawat Asyghil. Sejak dulu hingga saat ini, Shalawat Asyghil sering dibacakan di mushalla-mushalla dan masjid-masjid, baik di kampung-kampung hingga di perkotaan.

Bagi warga Nahdliyin dan pesantren, Shalawat Asyghil sangat populer karena hampir dalam setiap istighasah selalu dibaca secara berjemaah.

Belakangan, shalawat ini bahkan sering dilantunkan para pengunjuk rasa. Seorang orator di atas panggung tak sungkan mengajak para demonstran melantunkan shalawat yang masyhur ini.

Di Tanah Air, shalawat ini masyhur dengan sebutan shalawat Habib Ahmad bin Umar Alhinduan Ba ‘Alawy (w.1122 H). Hal tersebut karena shalawat ini termasuk bacaan shalawat yang dihimpun dalam kitabnya Alkawakib Almudhi’ah fi Zikris Shalah ‘ala Khairil Bariyyah.

Padahal seperti dinukil dari Itnnu Jabar, Shalawat Asyghil ini awalnya merupakan shalawat yang kerap dipanjatkan oleh Imam Ja’far ash-Shadiq (wafat 138 H). Adapun Habib Ahmad bin Umar Alhinduan Ba ‘Alawy, konon, hanya mencantumkan shalawat tersebut dalam kitabnya.

Shalawat ini menemukan momentum di kala kaum muslimin sedang dalam suasana genting. Imam Ja’far ash-Shadiq (wafat 138 H) sendiri merupakan salah seorang tonggak keilmuan dan spiritualitas Islam di awal masa keemasan umat Islam. Beliau hidup di akhir masa Dinasti Umawiyyah dan awal era Abbasiyyah yang penuh intrik dan konflik politik.

Bagi beliau, kekacauan politik ketika itu tak boleh sampai mengganggu proses pelestarian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Saat itu, ilmu pengobatan, geografi, astronomi, kimia, sastra, mulai berkembang dan diminati. Sehingga di setiap Qunut, beliau berdoa menggunakan Shalawat Asyghil.

Selain dikenal sebagai Shalawat Asyghil, shalawat ini juga ada yang menyebutnya dengan nama Sholawat Zhalimin, Sholawat Salimin, Sholawat Sibuk, Shalawat Mlipir, dan lain-lain.

Pada satu kesempatan Prof. K.H. Ali Yafie pernah ditanya tentang Shalawat ini. Menurut beliau, shalawat inilah yang digelorakan oleh ulama-ulama Shūfī dunia Arab khususnya di Irak ketika negeri itu diluluhlantakan oleh pasukan Mongol Hulagu Khan.

Sejarah mencatat, pada tahun 1258 M, lebih dari 200 ribu tentara Mongol menyerbu Irak serta menumbangkan kekuasaan Bani Abbasiyyah, bahkan khalifahnya yaitu Al-Mus’tasim dipenggal kepalanya.

Bukan hanya istana yang dihancurkan, tapi seluruh bangunan di Baghdad diratakan dengan tanah, seluruh warga kota dibunuh, kecuali segelintir yang berhasil meloloskan diri. Bahkan semua buku-buku yang ada di perpustakaan terbesar di dunia di Baghdad itu dimusnahkan dan dibuang ke Sungai Tigris, hingga konon air sungai berwarna hitam oleh tintanya.

Praktis pada masa itu Asia Tengah dikuasai Mongol dan tentara Islam hancur. Di saat seperti itulah bangkit para pejuang dari kalangan ulama Tasawuf. Mereka mengorganisir kelompok-kelompok gerilyawan dan bersama Pasukan Mamluk dari Mesir, hingga berhasil membendung ekspansi Pasukan Mongol. Bahkan untuk pertama kalinya mengalahkan mereka dalam pertempuran dahsyat yang dikenal sebagai Pertempuran Ain Jalut di Palestina pada 3 September 1260.

Hulagu Khan yang menghancurkan kekhalifahan Islam, kemudian mendirikan Dinasti Ilkhan. Namun di era sang cucu, Ahmad Teguder, yang menjadi raja ke-3 dinasti tersebut, ia justru memeluk Islam meski hanya berkuasa selama dua tahun (1282-1284) karena dibunuh oleh saudaranya.

Berikutnya, ketika Raja ke-7 yaitu Ghazan (1295-1304) memeluk Islam menjadi Mahmud Ghazan, Islam mulai Berjaya. Posisi umat Islam kembali memperoleh keleluasaan, dan peradaban Islam dibangun kembali meski harus mulai dari nol lagi.

Shalawat Asyghil, selain memohonkan shalawat dan salam atas Nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, dan sahabatnya, shalawat ini bertujuan meminta kepada Allah agar umat Islam diselamatkan dari kejahatan orang-orang yang dzalim.

Mari kita resapi lafadz Shalawat Asyghil berikut ini:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

“Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.”

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here