Masyarakat Harus Bijak Bedakan Politik Agama dengan Politisasi Agama

520
Agama dan politik (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memaparkan pesan utama agama dan bagaimana relasi agama dalam menyambut hajat politik lima tahunan yakni Pileg dan Pilpres 2019.

Paparan dan pandangan tersebut disampaikan Menag Lukman Hakim dalam gelaran dialog Silaturahmi Kamtibnas tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda 2018 di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018).

Menag juga mengajak peserta silaturahmi untuk bijak mencermati politik agama dengan politisasi agama. Politik agama adalah pemahaman di mana dalam berpolitik nilai agama menjadi pijakan utama bahkan menjadi ruh, jiwa, spirit dan landasan dalam aktivitas politik.

“Sementara politisasi agama kebalikannya atau menjadikan nilai-nilai agama sebagai sarana untuk mencapai agenda dan target politik. Politisasi agama menjadikan kekuasaaan sebagai target utama. Inilah yang kemudian menjadi persoalan serius bagi kehidupan beragama dan berbangsa,” kata Menag.

Menag Lukman Hakim menegaskan pesan utama agama adalah kedamaian. Politik dan agama sejatinya memiliki tujuan mulia, agama adalah rahmat dan politik bertujuan untuk kemaslahatan masyarakat.

“Indonesia adalah negara agamis. Menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita segenap bangsa Indonsia untuk menjaganya,” sambung Menag.

Silaturahmi Kamtibnas 2018 mengusung tema “Wujudkan Pemilu 2019 yang Aman dan Damai” secara resmi dibuka Kabaintelkam Mabes Polri, Komjen Pol Lutfi Lubianto dan turut dihadiri perwakilan KPU, dan Bawaslu. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here