Masya Allah, Wanita Ini Pulih Kembali Setelah 27 Tahun Koma

712

“Alasan saya berbagi kisah ini adalah untuk memberi tahu orang-orang agar tidak kehilangan harapan pada orang yang mereka cintai; jangan menganggap mereka mati ketika mereka dalam keadaan seperti itu,” tambahnya.

“Ibuku sedang duduk bersamaku di kursi belakang. Ketika dia melihat kecelakaan itu datang, dia memelukku untuk melindungiku dari hantaman itu,” kisah Omar.

Karena dilindungi oleh sang ibu, Omar saat itu tidak terluka, kecuali hanya menderita memar di kepala. Bertahun-tahun Munira Abdulla dirawat di rumah sakit, dan kemudian dipindahkan ke London.

Di sana, ia dinyatakan dalam keadaan vegetatif atau suatu kondisi tidak responsif, tetapi dapat merasakan sakit. Dia kemudian kembali ke Al Ain, sebuah kota di UEA di perbatasan dengan Oman tempat dia tinggal, dan dipindahkan ke berbagai fasilitas medis sesuai dengan persyaratan asuransi.

Dia tinggal di sana selama beberapa tahun, makan melalui tabung dan tetap hidup. Dia menjalani fisioterapi untuk memastikan otot-ototnya tidak melemah karena kurang gerak. Pada 2017, keluarga itu ditawari hibah oleh Putra Mahkota Pengadilan, sebuah badan pemerintah di Abu Dhabi, agar Munira Abdulla dipindahkan ke Jerman.

Di sana, ia menjalani sejumlah operasi untuk memperbaiki otot lengan dan kakinya yang sangat pendek, dan ia diberi obat untuk meningkatkan kondisinya, termasuk kesiagaannya. Suatu hari, Omar terlibat dalam pertengkaran di kamar rumah sakitnya, yang tampaknya mendorong ibunya untuk bergerak.

“Ada kesalahpahaman di ruang rumah sakit dan ibu seperti merasa terkejut,” kata Omar sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Kamis (25/4/2019).

“Dia mengeluarkan suara aneh. Untuk itu saya terus memanggil dokter agar memeriksanya, dan mereka mengatakan semuanya normal,” imbuh Omar.

Lalu, tiga hari kemudian, Omar terbangun oleh suara seseorang yang memanggil namanya. Sulit dipercaya, Munira Abdulla memanggil anaknya, Omar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here