Masya Allah! Pintu Langit Terbuka Saat Surah Al-Fatihah Diturunkan

1756
Al-Fatihah

Muslim Obsession – Satu surat dalam Al-Quran yang paling sering dibaca umat Islam adalah Al-Fatihah. Dibaca minimal 17 kali saat shalat fadlu, Surat Al-Fatihah juga menjadi sangat istimewa karena kerap dibacakan sebagai pembuka atau penutup doa.

Kendati demikian, tak banyak tahu bagaimana surah pertama dari Al-Quran ini diturunkan. Padahal, turunnya Al-Fatihah menyimpan kisah yang luar biasa.

Kisah ini disebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari Ibnu ‘Abbas berikut ini:

“Ketika Jibril sedang duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ia mendengar suara gemuruh dari atas, lalu dia melihat ke atas sambil berkata, ‘itu adalah pintu langit yang terbuka hari ini. Sebelumnya tidak pernah terbuka sama seklai’. Lalu turunlah malaikat darinya. Jibril berkata, ‘inilah malaikat yang turun dari langit , ia belum pernah sama sekali turun ke bumi sebelumnya. Lalu sang malaikat mengucapkan salam kemudian berkata, ‘bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu, keduanya belum pernah sama sekali diberikan kepada seorang Nabi sebelum Engkau. Yaitu surat Al-Fatihah dan penutup surat Al-Baqarah. Jika kamu membacanya pasti akan dikabulkan’,” (HR. Muslim).

Dari hadits ini diketahui bahwa proses turunnya Suarat Al-Fatihah merupakan peristiwa yang luar biasa. Selain karena pintu langit dan malaikat turun ketika surat ini diturunkan, siapapun yang membaca surah ini lalu berdoa, maka akan dikabulkan setiap hajatnya.

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengabarkan bahwa Al-Fatihah merupakan surat yang tidak terdapat di dalam kitab Allah lainnya, baik Injil, Taurat, maupun Zabur.

“Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- bahwasanya Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- keluar menemui Ubai bin Ka’ab, beliau berkata: Wahai Ubai…!, sementara Ubai sedang shalat dan menengok tanpa menjawab seruan itu, lalu dia menyegerakan shalatnya kemudian menemui Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan berkata: Salam untukmu wahai Rasulullah, Rasulullahpun menjawab: wa ‘alaikassalam, apa yang menghalangimu tidak menjawab seruanku wahai Ubai? Ubai menjawab: Wahai Rasulullah, tadi aku sedang shalat. Rasulullah menjawab: tidakkah kau temui wahyu yang turun kepadaku (penuhilah seruan Allah dan Rasul saat menyeru kalian sesuatu yang memberi kalian kehidupan), Ubai berkata: Iya, aku tak akan mengulanginya lagi In Syaa Allah, Rasulullah bersabda: apakah engkau suka jika aku beritahu sebuah surat yang tidak turun dalam taurat, injil, zabur atau furqan, yang semisalnya? Iya wahai Rasulullah, kemudian berkata: aku berharap engkau tidak keluar dari pintu itu sampai engkau memberitahuku, maka Rasulullah berdiri dan akupun berdiri bersamanya berbincang denganku dan tanganku memegang tangannya, dan aku sengaja mengulur waktu, takut beliau keluar sebelum mengabarkan kepadaku tentang surat itu. saat aku mendekati pintu, aku berkata: wahai Rasulullah, surat yang engkau janjikan kepadaku? Beliau bersabda: bagaimana engkau membaca dalam shalat? Maka beliau membaca Ummu al-Kitab, maka Rasulullah bersabda: demi yang jiwaku ditangannya, tidak pernah diturunkan ditaurat, injil, zabur dan furqan semisal surat ini, dia adalah tujuh ayat yang diulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung, yang diberikan kepadaku,” (HR. At-Tirmidziy, beliau berkata: ini hadits hasan shahih).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here