Masya Allah! Meski Dibelah Tsunami, Masjid Jami Pantoloan Tetap Utuh

900

Bahtiar selamat setelah sebatang kayu menjepit kakinya. Hempasan tsunami tak sampai membuat Bahtiar hanyut karena kakinya tersangkut. Ketika tsunami surut, kakinya sempat terluka karena kuatnya jepitan kayu.

“Saya langsung shalat Maghrib di tempat kaki saya terjepit itu, tapi saya sudah tidak tahu lagi di mana ibu. Tiga hari kemudian jenazah ibu akhirnya ketemu di bawah runtuhan rumah tidak jauh dari masjid,” kenang Bahtiar

Jumat malam itu, Bahtiar, Alif, juga seluruh jamaah masjid percaya kalau Allah sedang tunjukkan kuasanya, melindungi rumah-Nya walau tsunami menerjang hebat pesisir Pantoloan.

“Sudah saya tidak tahu lagi apa yang membuat air terbelah. Kenapa masjid ini bisa utuh sementara di sekeliling rumah padat itu semua hancur. Kuasa Allah sudah,” tutur Alif.

Seluruh jamaah shalat Magrib Masjid Jami Pantoloan selamat dari bencana besar itu, termasuk Ustaz Upik, imam tetap Masjid Jami Pantoloan.

Alif bahkan bercerita, kala kejadian tsunami itu, Ustaz Upik satu-satunya yang masih berada di dalam masjid, menunggu dan bertahan tanpa pernah terseret tsunami.

“Ustaz Upik itulah yang diam di masjid sini. Dia menyaksikan tsunami hingga surut kembali. Tapi Ustaz Upik sekarang ada di tenda pengungsian daerah Palu Utara bersama keluarganya,” tutup Alif. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here