Masya Allah! Meski Dibelah Tsunami, Masjid Jami Pantoloan Tetap Utuh

898

Belasan jamaah Masjid Jami Pantoloan yang kembali turun dari bukit terhenyak melihat kontrasnya kondisi di depan mata mereka. Masjid utuh tanpa sedikitpun ada bekas terkena tsunami, tapi di sekeliling masjid rumah rata dengan tanah, jenazah korban tergeletak kaku dalam spasi tiap beberapa meter.

“Di sini, di sekeliling masjid, semua ada jenazah karena memang rumah padat sekali di sekitar masjid itu. Jamaah masjid yang bantu pertama kali evakuasi jenazah. Kami pinggirkan semua di halaman masjid. Tapi alhamdulillah tidak ada jenazah yang terlempar sampai ke dalam (masjid),” ujar Alif.

Berkisah serupa dengan Alif, Bahtiar (49) jamaah lain Masjid Jami Pantoloan pun menyimak langsung, betapa tsunami hanya melintas di samping masjid. Meski selamat, Bahtiar harus mengikhlaskan ibundanya wafat diterjang tsunami.

Jumat (28/9/2018) petang itu, setelah gempa besar, Bahtiar seketika mengingat kondisi ibunya. Dari masjid ia berlari ke rumahnya yang berjarak hanya puluhan meter.

“Saya gendong ibu, tiba-tiba air tsunami mendorong tubuh saya sampai tenggelam. Saya terseret 200 meter. Ibu terlepas dari punggung. Di dalam air tsunami, saya diblender sudah. Saya hanya bisa berdzikir,” kisahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here