Masya Allah! Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Pemanen Teh Berbasis Radio Kontrol

204
UGM
Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, menciptakan alat pemanen teh yang diberi nama Roaster. (Foto: Humas UGM)

Yogyakarta, Muslim Obsession – Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menciptakan sebuah alat yang memudahkan proses pemanenan teh yang berbasis radio kontrol dalam bentuk portabel.

“Alat ini diharapkan dapat memudahkan dalam memanen daun teh secara cepat,” kata Maulidya Rahmania Atikah, selaku ketua tim, Rabu (4/7/2018) di Kampus UGM, seperti dikutip Muslim Obsession dari keterangan tertulis Humas UGM.

Alat pemetik teh yang diberi nama Roaster ini dirancang oleh mahasiswi Fakultas Pertanian ini bersama dengan Muslimin Septianto (D4 Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat), Ahmad Novan Khoerul Mizan (D3 Elektronika Instrumentasi), Ario Praditya Putra (Fakultas Pertanian), dan Rany Ayu Lestari (D3 Elektronika Instrumentasi).

Latar belakang pengembangan alat pemetik daun teh ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap jumlah tenaga pemetik teh yang semakin menurun dari waktu ke waktu. Ditambah dengan keluhan operator mesin pemetik teh di PT Pagilaran yang kerap mengeluhkan kesulitan mengoperasikan alat pemetik teh yang sudah ada karena berukuran besar, sehingga kurang praktis. Selain itu, alat perlu dikendalilkan 2 hingga 4 orang.

“Dimensi yang besar jadi kurang praktis dibawa ke mana-mana, terlebih dengan kondisi perkebunan teh yang berbukit-bukit,” tuturnya.

Meskipun dengan alat yang telah ada tersebut dapat meningkatkan produksi dan efisiensi dalam pemetikan teh, tetapi sejumlah kendala tersebut masih belum terselesaikan. Tak hanya itu, apabila terjadi kerusakan pada alat pemetik teh tidak bisa diperbaiki karena belum ada suku cadang untuk alat yang ada.

Dari kondisi itu kelima mahasiswa tersebut di bawah bimbingan Dr. Rani Agustina Wulandari, S.P.,M.P., lantas mengembangkan alat pemetik teh portabel. Purwarupa ini pun berhasil mendapatkan dana penelitian dan pengembangan alat dari Dikti melalui Program Kreativitas Mahasiswa 2018.

Muslim menjelaskan, Roaster dibuat dengan menggunakan sejumlah komponen, antara lain chainsaw, fiber, dan blade. Dalam proses perakitannya, alat ini dirancang dengan mempertimbangkan berat dan dimensi agar dapat memenuhi fungsi portable dan nilai egronomis dari alat pemetik teh agar nyaman digunakan.

Alat ini juga dilengkapi dengan seperti module GPS untuk membaca posisi alat, sensor suhu, dan rtc. Disamping itu, juga xbee shield, power supply, dan arduino yang mendukung ketepatan pengoperasian alat.

“Untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan dalam pemakaian, Roaster dirancang dengan bentuk alat yang sesuai dengan posisi ideal antara pemetik dan bentuk kebun teh yang ada. Dalam pengoperasiannya cukup dilakukan satu orang saja,” ujarnya.

Dengan kehadiran Roaster diharapkan pemanen teh bisa melakukan pemetikan lebih efisien dan nyaman dengan alat pemetik teh  yang portable. Alat ini bisa menjadi solusi masalah tenaga kerja pemetik teh yang terbatas dalam jumlah maupun umur, sehingga bisa meningkatkan produksi teh. (arh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here