Masya Allah, Indah Betul Catatan Bijak Syekh Ali Jaber

361
Syekh Ali Jaber. Foto istimewa.
Syaikh Ali Jaber. (Foto istimewa).

Muslim Obsession – Wafatnya ulama besar Syekh Ali Jaber masih membekas di hati umat Islam. Meski telah wafat pada Kamis (14/1/2021), namun dakwah santun yang menjadi ciri khas ulama asal Madinah itu tetap terawat dalam hati umat Islam di Tanah Air.

Berikut ini beberapa catatan Syekh Ali Jaber yang sempat terekam Netizen dan diviralkan kembali lewat sejumlah aplikasi media sosial.

1. Seingat saya, selama di Indonesia, saya tidak pernah menyakiti siapapun dan agama manapun.

2. Saya lahir di tanah Arab, biarkan saya meninggal di Indonesia.

3. Saya punya prinsip, orang yang punya salah kepada saya, akan saya doakan semoga Allah mengampuninya. Namun, ketika saya punya salah, saya berdoa, “Ya Allah, ampunilah saya.”

4. Jangan pandangi wanita yang belum berhijab, jangan pandangi dia buruk. Barangkali dia punya dua rakaat Tahajud di sisi Allah dan bisa terampuni dosa-dosanya.

5. Kita tidak tahu urusan manusia dengan Allah. Manusia punya rahasianya masing-masing dengan sang pencipta, Allah SWT.

6. Apabila orang lain punya salah, maafkanlah dia.

7. Belajarlah mengenai Islam dari Islam itu sendiri, jangan dari perilaku orang. Saya sendiri belum tentu menjadi contoh, tirulah Nabi Muhammad SAW.

8. Jangan memandang mereka dengan pandangan buruk, pandang mereka dengan sayang, kasihan, dan doakan.

9. Kalau saya tidak bisa menjaga nama baik negeri Indonesia, lebih baik cabut warga negara.

10. Saya lebih baik menjadi korban daripada mengorbankan umat. Saya tidak mau kasus ini dimanfaatkan oleh golongan tertentu.

11. Segala sesuatu yang Allah tetapkan untuk kita adalah kebaikan, walau dalam pandangan kita itu adalah keburukan.

12. Saya hanya menyampaikan Islam, tapi belum tentu saya menjadi contoh. Jadi jangan tertipu dengan saya, tapi yakini tidak bakal tertipu dengan Islam.

13. Saya tidak suka membalas dendam.

14. Kemuliaan akhlak adalah inti daripada agama.

15. Setiap kali saya ditimpa musibah, saya selalu mengucapkan,”Alhamdulilah, Inalillahi wainna ilaihi raji’un.”

16. Saya mempercayai satu hal, tidak ada sesuatu yang terjadi kebetulan. Seperti kata Umar bin Khattab bahwa kita lari dari takdir ke satu takdir lainnya. Emosi dan marah tidak akan mengubah apapun yang sudah terjadi, justru akan menimbulkan musibah jauh lebih besar.

17. Tidak ada satu pun kata keluar kecuali Allah izinkan, kita harus belajar pasrah diri kepada Allah SWT.

18. Tidak cukup kita hanya berbicara dan retorika dalam mengungkapkan cinta, tapi wujudkanlah dalam perilaku.

19. Banyak orang mengaku cinta Nabi, tapi apakah perilakunya seperti Nabi?

20. Jangan pernah sungkan untuk menerima masukan orang dan meminta maaf.

Demikian beberapa catatan bijak Syekh Ali Jaber yang bisa kita jadikan sebagai pegangan dalam kehidupan.

Semoga Allah Ta’ala memuliakan sang guru, Syekh Ali Jaber, dengan maghfirah dan rahmat terindah di sisi-Nya. Aamiin Yaa Allah. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here