Masya Allah! Dai Parmusi ini Dirikan 23 Sanggar Cinta Al-Quran

68

Makassar, Muslim Obsession – Di bawah bendera Pesantren Lorong Raudhah Indonesia yang dipimpinnya, Ustadz Rahim Mayau dalam kurun waktu satu tahun delapan bulan berhasil mendirikan 23 Sanggar Cinta Al-Quran di Makassar dan Kabupaten Gowa.

Terakhir, 3 Sanggar Cinta Al-Quran masing-masing unit 21 di Kabupaten Gowa, unit 22 dan 23 di Makassar diresmikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Parmusi Sulawesi Selatan, Ustadz DR. H. Abubakar Wasahua, Ahad (13/12/2020) lalu. Peresmian dipusatkan di unit 21 Kampung Galoggoro Sungguminasa Kabupaten Gowa.

“Apa yang dilakukan manajemen Pesantren Lorong Raudhah Indonesia dengan melahirkan program kongkrit Sanggar Cinta Al-Quran di berbagai tempat ini merupakan bagian dari semangat menghidupkan, mencintai, mengamalkan, dan membumikan Al-Quran. Dampak dari semangat ini tentunya turut mewujudkan tatanan masyarakat yang baik,” ujar Ustadz Abubakar yang juga merupakan Penasihat Pesantren Lorong Raudhah Indonesia, dalam sambutannya.

“Jika ingin bahagia dunia akhirat maka akrablah dan tadabburilah Al-Quran, maka Al-Quran akan menjadi petunjuk keselamatan,” sambungnya.

Mantan anggota DPR RI ini menegaskan, kemampuan melahirkan Sanggar Cinta Al-Quran di berbagai tempat dalam kurun waktu relatif singkat sangat ditopang oleh keikhlasan dan kompetensi SDM pembina yang ada di Pesantren Lorong Raudhah Indonesia.

Sementara itu Pimpinan Pesantren Lorong Raudhah Indonesia, Ustadz Rahim Mayau mengatakan bahwa Sanggar Cinta Al-Quran Unit Galoggoro ini merupakan unit ke-21 dan merupakan unit pertama yang berada di luar Kota Makassar.

“Ada 23 Sanggar Cinta Al-Quran di lingkup Pesantren Lorong Raudhah Indonesia yang dibina oleh 3 orang guru tahfizh, 1 orang guru tilawah, dan 26 orang guru Iqra/ Al-Quran. Jumlah santri aktif saat ini 170 orang terdiri dari anak-anak, remaja, ibu-ibu, dan bapak-bapak,” ungkap Dai Parmusi ini kepada Muslim Obsession, Kamis (17/12/2020).

Pesantren yang berpusat di Kompleks Mangga Tiga Permai Daya Makassar tersebut, jelas Sekretaris Pengurus Wilayah Parmusi Sulawesi Selatan ini, sekarang telah memasuki tahun ketiga berkiprah di tengah-tengah umat.

Pesantren Lorong Raudhah Indonesia tidak memiliki bangunan sebagai pondok. Pesantren ini memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada di lorong, mulai dari manusianya hingga sarana yang ada di lorong seperti emperan lorong, pos kamling, rumah warga, dan sebagainya.

“Khusus untuk program tahfizh yang membutuhkan ketenangan dan konsentrasi memang dibutuhkan sarana khusus. Untuk itu, insya Allah awal tahun 2021 akan dimulai pembangunannya di atas tanah wakaf H. Andi Abdul Kadir Maiwa bin Petta Cambo di Kompleks Mangga Tiga Permai Daya Makassar. Mohon doa dan dukungannya,” tutup Ustadz Rahim. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here