Masya Allah! Anak 9 Tahun Ini Hafal Sejarah Islam

1835

“Anak ini cepat menghafal. Maghrib saya kasih hadits panjang, Isya sudah dilafadzkan dengan lancar,” terang pria pengasuh Pesantren Darut Tauhid Patemon, Krejengan, Probolinggo, Jawa Timur, seperti dilansir NU, Jumat (18/1/2019).

Selain menghafal sejarah Islam, Naila juga seorang santri hafidz. Saat ini hafalan Naila sudah masuk tujuh juz. Kebetulan pesantren yang diasuh Gus Dewa dan istrinya, Istnainir Rohmah, berbasis sejarah dan hadits tentang amaliah NU, serta tahfiz Quran untuk santri putri.

Walaupun sibuk dengan hafalan, Naila seperti anak kecil lainnya memiliki banyak waktu untuk bermain.

“Aktivitas pagi setelah Subuh Naila tahfidz ke uminya. Setelah itu sekolah SD sampai sore ikut madrasah diniyah, itu kan dengan teman-temannya juga. Malam baru banyak dengan saya belajar sejarah dan hafalan. Agak malam baru setoran hafalan Al-Quran ke uminya,” papar Gus Dewa.

Memiliki anak yang menyukai sejarah Islam, harapan Gus Dewa sederhana saja. Ia menuturkan dirinya ingin memberikan inspirasi bagaimana mengenalkan sejak dini tentang sejarah yang benar. Selain itu memberikan pondasi awal tentang ajaran Aswaja sejak awal agar tidak khawatir terkena virus radikalisme.

Kepekaan Naila akan pemahaman Aswaja Annahdliyah, diceritakan Gus Dewa, di antaranya saat melihat ceramah yang berkonten agak radikal akan mempertanyakan kepada ayahnya, “Kok begini, Abi? Apa ini bener?”

Gus Dewa dan istrinya mendukung cita-cita Naila, yang ingin menjadi hafidzah dan ahli dalam sejarah dan hadits-hadits tentang amaliah NU. (Vina)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here