Masya Allah 30 Tahun Dimakamkan, Jasad Marbot Masjid Ini Masih Utuh

359

Banyuwangi, Muslim Obsession – Ada kejadian yang menajubkan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur tepatnya di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Di Dusun Truko, ada jenazah seorang kakek bernama Mbah Soewardi yang jasadnya terlihat masih utuh meski sudah dikubur 30 tahun lamanya.

Dari keterangan warga, ternyata Mbah Soewardi adalah seorang marbot masjid. Dengan kondisi jasad Mbah Soewardi yang masih utuh membuat banyak orang kagum dengan sosok Mbah Soewardi. Ternyata Mbah Soewardi bukanlah seorang ulama yang besar.

Hanya saja, ia juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan. Semasa hidupnya, Mbah Soewardi selalu terdepan menentang aksi massa komunis yang brutal. Dia paling getol melawan komunis. Selain itu Mbah Soewardi dikenal sebagai sosok yang istiqomah membaca Al-Quran dan ayat Nurbuat semasa hidupnya.

Kesaksian ini disampaikan Suhaili, juru makam setempat yang membongkar dan memindahkan jasad mbah Soewardi. Menurutnya, Mbah Soewardi sosok yang taat beribadah dan istiqomah membaca Al-Quran. Selain itu dia juga istiqomah membaca doa Nurbuat.

“Mbah Soewardi dulunya sering ke masjid. Beliau juga sebagai kepala dusun yang baik. Setiap harinya selalu membaca Al-Quran dan doa-doa Nurbuat,” katanya, Senin (21/12/2020).

Saat pembongkaran makam, Suhaili mengaku jasad utuh tersebut juga mengeluarkan aroma wangi. Bahkan rambut ataupun tulang masih utuh dan tidak terputus dari persendiannya.

“Tidak ada bau bacin (busuk). Harum samar, seperti aroma kembang (bunga). Tulang-tulang masih menempel dan kulitnya mengering. Semuanya utuh dalam posisi tangan sedekap (Posisi tangan orang shalat),” kata Suhaili.

Fenomena jasad utuh ini, kata Suhaili, disebut-sebut karena amal ibadah yang dilakukan Mbah Soewardi semasa hidup dulu. Saat itu Mbah Soewardi selain aktif menjadi marbot masjid, juga dikenal sosok yang alim dan taat beribadah.

“Beliaunya dulu memang dikenal alim, baik dan taat beribadah. Semoga, seluruh amalnya diterima di sisi Allah SWT,” doanya.

Suhaili yang kini berusia 72 tahun mengaku sebelum membongkar makam, dirinya mendapat mandat dan amanah dari cucu Mbah Soewardi untuk menggelar “selametan” sebagai salah satu syarat sebelum pembongkaran makam. Doa bersama dilakukan sehari sebelum pembongkaran dengan membaca surat Yasin sebanyak 100 kali.

“Saya diberikan mandat oleh keluarga membongkar makam dan sebelum gali kubur itu dibacakan Yasin 100 kali. Juga acara selamatan. Semua harus sesuai adat, biar prosesnya tidak ngawur,” tandas Suhaili.

Makam Mbah Soewardi dibongkar atas perintah keluarga. Pihak keluarga ingin jasas Mbah Soewardi dipindah ke samping makam keluarga yang lain. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here