Massa Buddha Sri Lanka Kembali Serang Umat Muslim

679
Rumah Warga Muslim di Sri Lanka di Bakar
Rumah Warga Muslim di Sri Lanka di Bakar (Foto: VOA Indonesia)

Welekada, Muslim Obsession – Massa Buddha Sinhala kembali melakukan serangan kepada umat muslim di daerah Kota Welekada, Sri Lanka, dengan membakar rumah dan bisnis Muslim.

Menurut Fathima Zameer, ratusan massa Buddha Sinhala datang dengan teriakan dan membawa tongkat, batu serta bom bensin. Mirisnya, sekitar dua lusin polisi dan tentara melihat tanpa daya saat massa merusak dan membakar rumah dan bisnis Muslim.

“Kami sangat takut, kami tidak punya tempat untuk pergi. Mereka memecahkan semua jendela di rumah saya, seluruh rumah kami terbakar,” kata Fathima Zameer, Kamis (8/3/2018).

Seperti dilansir Aljazeera, massa Buddha merusak setidaknya 15 rumah milik minoritas Muslim Sri Lanka dan sebuah masjid. Serangan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya konflik dan ketidakstabilan di Sri Lanka.

Kerusuhan itu mulai berlangsung pada Ahad, saat seorang supir truk Sinhala cidera setelah bentrok dengan sekelompok pemuda Muslim di Kandy. Supir itu belakangan tewas akibat luka yang dideritanya.

Karena tidak terima dengan perlakuan minoritas Muslim, keesokan harinya, ratusan umat Buddha Sinhala membakar puluhan bisnis Muslim, rumah, dan masjid. Bahkan mayat seorang pria Muslim berusia 23 tahun ditemukan di sebuah bangunan yang terbakar.

Karena takut akan lebih banyak kekerasan, pemerintah sekitar memberlakukan keadaan darurat pada Selasa (6/3/2018), dengan mengerahkan tentara dan memberlakukan jam malam di wilayah tersebut.

Meski sudah mengerahkan tentara dan memberlakukan jam malam, kekerasan terus berlanjut pada Rabu malam (7/3/2018) di empat kota, dan mengakibatkan tiga polisi terlukan dalam bentrokan.

Sejak krisis kemanusiaan di Myanmar memburuk Agustus 2017 lalu, banyak umat Buddha Sri Lanka memprotes kedatangan pengungsi Muslim Rohingya di negaranya.

Beberapa Buddha nasionalis juga memprotes kehadiran pengungsi Muslim Rohingya dari Myanmar yang mayoritas Buddha. Di kedua negara ini, nasionalisme Buddha terus meningkat.

Sri Lanka sendiri masih dalam masa penyembuhan dari perang sipil selama 26 tahun melawan separatis Tamil yang berakhir pada tahun 2009. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here