Masjidil Haram Ditutup Saat Arafah dan Idul Adha

160
Ka'bah lengang di tengah isu Covid-19.

Jakarta, Muslim Obsession – Pemerintah Arab Saudi memutuskan memutuskan menutup Masjidil Haram saat hari Arafah pada 9 Dzulhijjah dan Idul Adha 10 Dzulhijjah. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau virus corona.

Keputusan menutup Masjidil Haram ini juga merupakan bagian awal dari rencana ritual ibadah haji yang akan berlangsung pada 29 Juli mendatang. Pemerintah Arab Saudi akan memperhatikan betul aspek kesehatan bagi para jamaah.

“Kami fokus terhadap aspek kesehatan tahun ini karena sangat penting dalam situasi saat ini (pandemi virus corona), Tahap yang lainnya akan dilaksanakan dalam beberapa hari mendatang,” papar Asisten Komandan Pasukan Keamanan Haji untuk Masjidil Haram Mayjen Muhammad Al-Ahmadi dikutip dari Arab News, Rabu (22/7/2020).

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pihaknya telah memberlakukan peraturan baru terkait masuk dan keluarnya jamaah haji ke dalam Masjidil Haram.

Bahkan, mereka menetapkan jalur pelaksanaan haji di sekitar Ka’bah, antara bukit Safa dan Marwah. Hanya jamaah yang memiliki izin yang diperbolehkan masuk Masjidil Haram.

“Keputusan menunda salat di Masjidil Haram termasuk di area terbuka akan berlanjut. Kami mengajak orang-orang di Mekkah yang berpuasa di hari Arafah di rumah saja (berbuka),” sambungnya.

Selain di area Masjidil Haram, keamanan juga akan diberlakukan di Mina dan Muzdalifah. Pintu masuk kota Makkah akan dikendalikan oleh pasukan keamanan yang berbeda-beda selama 24 jam untuk mencegah orang tanpa izin mendapat akses.

Sementara itu, Kepala Umum urusan Dua Masjid Suci mengatakan telah berpengalaman lebih dari 80 tahun dalam urusan manajemen krisis guna membatasi jumlah jamaah yang melakukan ibadah tahun ini. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here