Masjid Jogokariyan Dilempari Batu, Begini Kronologinya!

861
Masjid Jogokariyan dilempari batu (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Pelemparan batu oleh oknum Partai Moncong Putih alias PDIP ke arah Masjid Jogokariyan Yogyakarta, membuat masyarakat cemas.

Ustadz Salim A Fillah, aktivis sekaligus pengurus masjid pun menyatakan klarifikasi kejadian di Masjid Jogokariyan pada Ahad Sore (27/1/2019) lalu.

“Berikut kami sampaikan sebagai pernyataan resmi Takmir Masjid Jogokariyan. Klarifikasi Kejadian di Masjid Jogokariyan,” tulis @salimafillah melalui Twitter, Selasa (29/1/2019)

Awalnya, Masjid Jogokariyan menyelenggarakan rangkaian acara Pemilihan Takmir Masjid Jogokariyan di antaranya adalah:

1. Jalan Sehat Warga Jogokariyan
2. Pembukaan Agenda Pencoblosan oleh Kapolresta dan Wakil Walikota Yogyakarta
3. Pemungutan Suara
4. Pengajian dan Pembagian Paket Sembako untuk 390 Keluarga Dhu’afa

Seusai pembagian paket santunan sembako sekitar pukul 16.05 WIB, warga yang hendak pulang dikejutkan oleh aksi pelemparan ke arah Masjid dan jamaah yang dilakukan konvoi massa PDIP sambil menggeber suara bising motornya, sehingga merusak prasasti nama Masjid dan tenda kegiatan. Alhamdulillah, terpasangnya tenda kegiatan di depan Masjid mengurangi kerusakan dan meminimalisasi timbulnya korban.

Merasa terpanggil karena jamaah pengajian banyak yang histeris, warga Jogokariyan kemudian keluar untuk menghalau konvoi massa PDIP sampai keluar kampung.

Demi menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketenteraman Kota Yogyakarta khususnya dan secara Nasional pada umumnya; Takmir Masjid Jogokariyan dengan i’tikad baik bersegera menyambut inisiatif Mediasi dari Kapolsek Mantrijeron dan Danramil Mantrijeron, di Kantor Kecamatan Mantrijeron.

I’tikad baik Takmir Masjid Jogokariyan tersebut, diwakili oleh Ketua Takmir H.M. Fanni Rahman, S.I.P membuahkan kesepakatan dengan Tokoh PDIP Kecamatan Mantrijeron, Junianto Budi Purnomo yang sebagaimana tertera dalam Surat Bermaterai di atas yang mana pihak Konvoi PDIP diwakili Junianto Budi Purnomo meminta maaf kepada pihak Masjid Jogokariyan dan Pihak Konvoi PDIP diwakili Junianto Budi Purnomo menyatakan sanggup mendatangkan Sdr. Kristiono alias Kelinci selaku provokator dan penggerak aksi penyerangan untuk meminta maaf kepada pihak Masjid Jogokariyan.

Demikian pernyataan Takmir Masjid Jogokariyan sejelas-jelasnya, sesuai fakta dan hasil mediasi yang telah ditandatangani di atas materai dan disaksikan oleh Camat, Kapolsek, Danramil, dan Bawaslu Kecamatan Mantrijeron, dengan harapan agar keamanan, ketertiban, ketentraman, dan kerukunan selalu terjaga di wilayah Kota Yogyakarta khususnya dan secara nasional pada umumnya. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here