Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta Perhatikan Makanan Berbuka

390

Yogyakarta, Muslim Obsession – Sepanjang bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah, Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta menyeleksi ketat penyedia makanan untuk berbuka puasa bagi masyarakat. Masjid bersejarah yang dibangun pada 29 Mei 1773 M atau 6 Robi’ul Akhir 1187 Hijriah ini betul-betul memperhatikan rasa dan kualitas makanan.

Masjid tertua yang ada di Indonesia ini, selain memperhatikan rasa makanan, kebersihan, kesehatan, hingga penyajiannya juga tak luput dari penilaian.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta Azman Latif. Menurutnya, selain menyangkut kualitas, aspek kesehatan dan kebersihan menjadi prioritas utama.

Masih dikatakan Latif, hal itu dilakukan guna melindungi para jamaah dari keracunan makanan atau hal lain yang tidak dikehendaki bersama. Untuk memastikan kesehatan masakan terjamin, bahkan pihak panitia harus mengecek kondisi tempat untuk memasak di masing-masing pemilik usaha katering.

Yayanti, salah satu pengusaha katering yang akan menyajikan gulai kambing di Masjid Gedhe Kauman, mengakui bahwa dirinya harus bersaing dengan pengusaha katering lain.

“Meski hampir tiap tahun lolos sebagai salah satu penyaji hidangan buka puasa untuk Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, setiap Bulan Ramadhan saya harus kembali mengikuti tahap seleksi secara ketat sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,” kata Yayanti, belum lama ini.

Dari puluhan usaha katering yang mengajukan, menurut Yayanti, hanya 11 katering yang dinyatakan lolos bekerja sama dengan pihak Takmir Masjid Gedhe Kauman pada Ramadhan tahun ini.

Ramadhan tahun ini, masyarakat banyak yang memberikan donasi untuk Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Donasi yang terkumpul mencapai Rp 650 juta. Jumlah tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai contoh, pada 2009 sumbangan donatur mencapai Rp 130 juta dan pada 2010 terus meningkat menjadi Rp 170 juta.

Dana yang terkumpul tersebut nantinya dipergunakan untuk keperluan takjil, untuk kegiatan Ramadhan, serta untuk beragam keperluan di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.

Menurut sejarah, masjid ini didirikan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I, bersama seorang penghulu pertama kraton yaitu Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat, dan Kyai Wiryokusumo sebagai arsitek pembangunan Masjid Agung ini.

Tradisi mengadakan buka puasa bersama di Masjid Gedhe Kauman ini sudah dilakukan sejak tahun 1950.

Masjid yang terletak di Alun-alun Keraton, Jalan Kauman, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta awalnya dibangun sebagai sarana beribadah bagi keluarga raja serta rakyatnya untuk kelengkapan sebuah kerajaan Islam.

Masjid ini juga merupakan masjid yang bersejarah. Sedikitnya ada tiga peristiwa penting terkait masjid ini.

Pertama, salah satu ulama Keraton berhasil mengoreksi atau membetulkan arah kiblat yang mempunyai selisih kemiringan 23 derajat. Ulama Keraton itu adalah KH Ahmad Dahlan.

Sejarah penting yang kedua, pada masa perjuangan kemerdekaan RI, Masjid Gedhe Kauman sering digunakan oleh Tentara Rakyat Indonesia bersama para pejuang Asykar perang Sabil untuk menyusun strategi penyerangan melawan agresi Belanda.

Dan yang ketiga, masjid ini banyak berperan sebagai sarana perjuangan komponen angkatan 66 yang tergabung dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia) dalam menumbangkan Orde Lama dan membubarkan Partai Komunis Indonesia. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here