Masjid di Lebanon Dibuka Kembali untuk Shalat Jumat

167
A sole worshipper performs prayers at the entrance of the closed Mohammed al-Amin mosque in the centre of Lebanon's capital Beirut on March 20, 2020. (Photo by - / AFP) (Photo by -/AFP via Getty Images)

Beirut, Muslim Obsession – Menteri Dalam Negeri Lebanon Mohammed Fahmy mengizinkan pembukaan kembali masjid untuk shalat Jumat juga gereja untuk misa pada hari Ahad.

Namun, keduanya hanya boleh menampung tidak lebih dari 30 persen dari kapasitas masing-masing masjid atau gereja dan kepatuhan terhadap kondisi sanitasi dan langkah-langkah pencegahan.

Diketahui, masjid dan gereja ditutup pada 15 Maret lalu. Langkah ini merupakan bagian dari mitigasi tindakan isolasi setelah penahanan pandemi COVID-19 di Lebanon.

Ini terlepas dari rekaman kasus-kasus baru dari orang-orang yang baru kembali ke Lebanon, atau orang-orang yang dikarantina yang berhubungan dengan orang-orang yang terinfeksi.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan, ada sembilan kasus COVID-19 baru, tujuh di antaranya dari luar negeri.

Kementerian kemudian mengumumkan 25 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di antara penumpang dalam penerbangan dari Nigeria ke Beirut, meningkatkan jumlah total kasus menjadi 775.

Presiden Michel Aoun mengatakan bahwa coronavirus baru meningkatkan penyumbatan arteri ekonomi Lebanon dan memperburuk penurunan ekonomi yang kita derita sebagai akibat dari kebijakan yang mengabaikan ekonomi produksi.

“Virus ini juga meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan, dan ada kenaikan harga komoditas yang signifikan, penurunan nilai tukar pound Lebanon, penurunan pendapatan pajak, dan memburuknya jaminan sosial kita,” katanya seperti dilansir Arab News, Kamis (7/5/2020).

Lebanon mencari bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membantunya keluar dari krisis ekonomi yang parah.

Indikator krisisnya sudah jelas yakni, kontraksi ekonomi sekitar 13 persen; peningkatan tingkat inflasi, yang mencapai lebih dari 50 persen; penurunan nilai tukar pound Lebanon; kelumpuhan di sektor perbankan; peningkatan signifikan dalam tingkat kemiskinan, yang melebihi 45 persen warga negara; dan pengangguran melebihi 35 persen, bersama dengan defisit fiskal yang tinggi dan utang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here