Masjid di Bawah Perut Bumi

1481
Masjid Aschabul Kahfi (Foto: batiktuban.com)

Jakarta, Muslim Obsession – Kota Tuban merupakan salah satu kota yang masuk dalam perlintasan jalur pantai utara (Pantura). Menjadi wilayah perbatasan antara Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah, Tuban juga dikelilingi pantai yang membentang di sepanjang jalan provinsi.

Kekayaan alam Tuban yang terbentang semakin menakjubkan dengan nuansa Islami yang sangat kental. Tak heran apabila masyarakat Tuban selalu lekat dengan kehidupan pondok pesantren.

Di antara budaya Islami yang masih dipegang teguh masyarakat di pesisir Jawa Timur ini, terdapat sebuah masjid unik yang terletak di perut bumi yaitu Masjid Aschabul Kahfi.

Masjid tersebut memiliki arsitektur yang menarik. Bagian depan masjid terlihat begitu mencolok dengan perpaduan warna-warni terang. Dipadu dengan ukiran kaligrafi yang dikombinasikan dengan aksara Jawa. Gerbang tersebut dilengkapi dengan gapura yang tidak terlalu besar, kira-kira sekitar 2 meter.

Setelah itu, terdapat tangga yang mengantarkan tiap pengunjung untuk turun menuju bangunan utama masjid. Arsitektur masjid mirip dengan bangunan Arab dengan pilar-pilar yang melingkar. Bangunan ini tidak di desain oleh orang asing, tapi KH Shubhan Mubarok sendiri.

Posisi di bawah tanah menciptakan suasana remang-remang, karena sinar matahari tidak bisa langsung masuk ke area dalam masjid. Untuk penerangannya ada lampu-lampu hias yang dipakai untuk dekorasi.

Selain itu juga ditambah berbagai hiasan batu marmer dan ikon berbagai negara seperti bola dunia, candi dan kabah yang biasa dipakai untuk manasik haji. Goa ini memiliki keindahan tersendiri karena saat masuk akan disuguhkan dengan bongkahan-bongkahan stalagmit dan stalaktit yang telah kering.

Puluhan anak tangga berhiaskan marmer menjadi penghubung antara satu ruang dengan ruang lainnya. Walaupun tidak terlihat jelas dari luar, semua area masjid ini ada di tanah seluas 3 hektar dengan tujuh tingkat di dalamnya. Bagian atas masjid juga dilengkapi dengan kubah yang megah.

Karena bangunan masjid ada di perut bumi, membuat kubah Masjid Aschabul Kahfi tidak terlalu tinggi. Sekeliling kubah adalah tanah yang bisa dijadikan tempat bersantai para pengunjung.

Tidak hanya itu, masjid ini sekaligus dijadikan ponpes. Sebelumnya, masjid dan ponpes ini merupakan tempat pembuangan sampah, seperti halnya wisata goa akbar yang ada dibelakang pasar baru Tuban, pertama kali ditemukan juga merupakan tempat pembuangan sampah.

Dalam proses pembangunanya biaya yang dikeluarkan mencapai milyaran rupiah. Dana pembangunan tersebut dikeluarkan dari kantong pribadi KH Subhan dan para donator diantaranya para tokoh negara dan beberapa artis juga pernah turut menyumbang dalam pembangunan masjid dan ponpes tersebut. Selain itu dana juga di sokong dari kotak amal yang ada di depan dan di dalam kompleks wisata tersebut. (Bal/Berbagi Sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here