Masjid Berikan Kesejahteraan Bagi Umat

355
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Katadata)

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi telah memberikan kesejahteraan bagi umat khususnya pengurus masjid dan masyarakat.

Hal itu dikatakan JK saat memberikan sambutan pada acara Halalibihalal Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia  (PP DMI) yang bertajuk “Kembali ke Fitrah: Masjid Sebagai Pusat Ekonomi Umat”, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pengurus masjid, takmir dan marbot masjid. Karena selama bulan Ramadhan kemarin telah melayani umat mulai dari buka puasa, tarawih, sampai dengan aktivitas ibadah lainnya. Masjid telah memakmurkan dan dimakmurkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Jk menilai, tahun ini kesadaran dan keinginan masyarakat untuk dekat dengan agama serta menjalankan syariat sudah lebih baik. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi semangat untuk terus memakmurkan masjid di segala bidang baik sosial, ilmu pengetahuan maupun seni.

“Contohnya Sabyan Gambus yang sudah populer di kalangan masyarakat perkotaan. Ini telah memberikan semangat kemajuan kepada kita semua,” katanya.

JK berharap kemajuan tersebut akan lebih baik lagi di masa yang akan datang khususnya di bidang ekonomi. Menurutnya, jika ekonomi umat meningkat maka akan semakin banyak Muslim yang membayar zakat dan menyejahterakan umat lainnya.

“Saya harap nanti muncul Chairul Tanjung baru di masa yang akan datang. Jika ekonomi meningkat, maka zakat bertambah, banyak orang bekerja, makin banyak juga amalnya untuk membangun agama dengan ekonomi,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, pengusaha nasional, Chairul Tanjung juga mendukung penguatan ekonomi umat melalui masjid. Ia mengatakan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim saat ini masih minoritas di bidang penguasaan ekonomi.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus ditingkatkan agar ekonomi umat Islam semakin maju. “Pertama, saya mengajak semuanya untuk meningkatkan kualitas SDM. Sekarang ini eranya digital, internet. Agar kita menang dalam ekonomi, butuh inovasi, kreativitas dan entrepreneurship,” paparnya.

Kedua, sambung dia, umat perlu membangun ekosistem yang kuat dalam ekonomi. “Pemanfaatkan ekosistem sangat baik untuk ekonomi umat. Transritel punya program Aliansi Transmart untuk umat. Contoh di setiap masjid ada minimarket sesuai dengan nama masjid nya. Kalau ini dilakukan akan sangat baik. Menjadikan masjid sebagai pusat perdagangan,” katanya.

Kemudian yang ketiga, perlu ada dukungan dan keberpihakan dari pemerintah. “Ini artinya bukan tindakan diskriminatif. Tetapi kan ekonomi umat Islam masih kecil. Maka yang kecil ini perlu dibantu. Dukungan yang lebih nyata untuk gerakan ekonomi umat menjadi spirit agar umat mau bekerja lebih keras,” tutupnya.

Di sela-sela acara, Wapres JK juga mengukuhkan pengurus Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia dan pengurus Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF). ISYEF merupakan organisasi yang menaungi lebih dari 106 komunitas pemuda masjid. ISYEF kini tengah menyiapkan beberapa rencana usaha untuk membangkitkan ekonomi umat melalui masjid. (Bal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here