Ma’ruf Amin Disambut Teriakan Histeris Siswa Saat Kunjungi Keramat Habib Empang

1290
Kiai Ma'ruf - Empang Bogor
Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, mengunjungi makam Keramat Empang Bogor. (Foto: Istimewa)

Bogor, Muslim Obsession – Cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, bersilaturahmi dengan Habib Abdullah bin Husein Al-Athas, Khalifah Keramat Empang Bogor, di kediaman pribadinya di tepi Jalan Lolongok, Masjid II nomor 16, Bogor Selatan, Sabtu (5/1/2019).

Dikutip dari Obsessionnews.com, Senin (7/1/2019), Kiai Ma’ruf tiba dengan didampingi Nyai Wury Estu Handayani. Keduanya langsung diajak masuk ke dalam kediaman Habib Abdullah. Bersama mereka, sejumlah tokoh setempat dari parpol pendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin, seperti Ketua DPC PDIP Kota Bogor Dadang Iskandar Dhanubrata, juga hadir.

Beristirahat sebentar, Kiai Ma’ruf dan Habib Abdullah lalu bergerak ke arah samping kediaman, ke arah sebuah masjid bernama An’Nur. Di sebelah masjid itu, terletak Makam Keramat Empang Bogor.

Di situ, dimakamkan Habib Abdullah Bin Mukhsin Al-Athas (dijuluki Habib Empang Bogor) bersama anak-anaknya. Di antaranya Al Habib Mukhsin Bin Abdullah Al Athas, Al Habib Zen Bin Abdullah Al Athas, dan Al Habib Husen Bin Abdullah Al Athas.

Juga murid kesayangannya yaitu Al Habib Habib Alwi Bin Muhammad Bin Tohir, serta Al Habib Abdurrohman Bin Ahmad Assegaf.

Dalam perjalanan hidupnya, Al Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Athas pernah dipenjara oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Dan selama di dalam penjara itu, sipir Belanda menyaksikan berbagai kemuliaan sang habib.

Setelah dilepas dari penjara, sang habib mencari tempat sunyi yang jauh dari keramaian manusia dan memilih Bogor (Empang) sebagai tempatnya menyendiri. Di sana beliau membeli tanah dan membuat rumah sederhana yang berdiri hingga saat ini.

Selain masjid dan makam, ada juga gedung sekolah di kompleks itu. Yakni Madrasah Tsanawiyah Nur Tauhid. Ketika Kiai Ma’ruf dan Habib Abdullah tiba, para santri itu sudah menunggu dan berteriak histeris berusaha menarik perhatian kedua ulama besar itu.

Kiai Ma’ruf tampak melambaikan tangan membalas panggilan itu. Mendapat lambaian itu, para santri berteriak semakin kencang.

Usai ziarah dan berdoa, Habib Abdullah Bin Husein Al-Athas menyatakan dirinya sangat senang dan gembira atas kedatangan Kiai Ma’ruf.

“Habib Al-Athas senang ya, gembira atas kunjungannya (Kiai Ma’ruf, red), yang berarti didatangi oleh kiai besar,” kata Habib Abdullah.

Dia membantah bila kedatangan Kiai Ma’ruf dan disambut dirinya itu bicara dalam konteks posisi Kiai Ma’ruf sebagai seorang calon wakil presiden. Menurutnya, Kiai Ma’ruf adalah kiai besar yang sangat dihormati semua rakyat Indonesia.

“Insya Allah, Allah yang akan memberi ijabah. Mudah-mudahan beliau panjang umur, biar sehat, mudah-mudahan hasilnya makbul, Insya Allah,” kata Habib Abdullah.

Kiai Ma’ruf sendiri mengaku dirinya datang untuk berdoa sekaligus meminta berkah dari para habaib dan ulama. Selanjutnya, bersilaturahmi dengan keluarga ulama dan habaib yang masih hidup seperti Khalifah Keramat Empang Habib Abdullah Bin Husein Al-Athas.

“Buat kita, para ulama dan para habaib itu merupakan satu kesatuan. Dari dulu itu bergandengan. Dan memang kita masih dalam satu keluarga,” kata Kiai Ma’ruf. (Has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here