Marriage is a life journey (3) 

542

Saya tidak perlu memberikan uraian secara detail tentang ancaman itu. Tapi sudah menjadi maklumat umum bahwa pernikahan di Dunia Barat tidak lagi dilihat sebagai sesuatu yang mendasar dalam hidup manusia. Bukan sesuatu yang penting dalam membangun institusi hidup menuju kepada peradaban itu.

Maka hidup tanpa ikatan nikah berubah menjadi normal, bahkan dilihat lebih rasional dan aman. Dengan hidup bersama tanpa ikatan nikah tidak perlu khawatir dengan kepemilikan pribadi misalnya. Suami tidak perlu khawatir digugat oleh isterinya jika terjadi perceraian. Hidup bersama tanpa nikah lebih aman. Sebab dengannya tidak ada beban ikatan. Dan bisa “good bye” kapan saja.

Logika hidup seperti ini semakin menjadi umum dan lumrah. Akibatnya hidup berperadaban semakin tergeser menjadi hidup yang tidak beradab. Manusia merasa beradab ketika hidup itu semakin “hewani” sifatnya. Bahkan lebih buruk lagi dari hewan. Karena hewan masih punya “instink” yang tajam untuk menghindarkan diri dari self destruction (merusak diri sendiri).

Manusia malah ketika sudah kehilangan fitrahnya akan melakukan prilaku yang hewan pun tidak akan melakukannya.

Di sinilah kemudian pernikahan itu menjadi fondasi bagi terbangunnya kehidupan yang berperadaban sekaligus menjadi fondasi peradaban itu. Masyarakat yang solid dalam intitusi keluarga itu masyarakat yang berproses membangun peradaban dunia yang solid.

Kesembilan, perkawinan itu adalah a Journey together to the real future. Bahwa pernikahan itu adalah perjalanan bersama ke masa depan yang sejati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here