Marriage is a life journey (2)

56

Oleh: Imam Shamsi Ali (Presiden Nusantara Foundation)

Pada bagian pertama disebutkan bahwa perkawinan sebagai life journey atau perjalanan hidup telah disebutkan tiga pilar dari pilar-pilar keberhasilannya. Berikut disampaikan pilar-pilar lainnya:

Keempat, bahwa perkawinan adalah a journey of partnership atau perjalanan kerjasama.

Jika kita kembali ke kata “pasangan” dalam bahasa Arab, tentu kata ini saja sudah cukup mewakili makna tersebut. Pasangan dalam bahasa Arab di sebut “zauj”. Kata zauj adalah sebuah penggambaran “keterpautan” atau keterkaitan. Bahwa zauj atau pasangan memang saling terkait dan terpaut.

Karenanya perjalanan dalam menghadapi ragam “naik turunnya” kehidupan memerlukan kebersamaan atau keserasian.

Untuk terbangunnya keserasian itu ada satu hal yang sangat mendasar bagi keduanya untuk disadari. Hal itu adalah “tawadhu’ alias rendah hati (humbleness). Sebuah karakter yang bernilai tinggi (valuable) dalam hidup manusia.

Tawadhu’ itu sesungguhnya memiliki dua sisi. Sisi pertama adalah pengakuan atau “acknowledgment” bahwa pada masing-masing pihak dalam pasangan itu tidak sempurna dan memiliki banyak kekurangan (shortcomings). Karenanya di sinilah pentingnya pasangan untuk hadir dan menyempurnakan ketidak sempurnaan itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here