Marriage is a life journey (1)

376

Keberhasilan membangun rumah tangga akan banyak ditentukan oleh jawaban kepada pertanyaan mendasar dalam hidup manusia. Pertanyaan tentang visi hidup. Untuk apa saya hidup? Dan perkawinan ini adalah bagian penting dari hidup.

Karenanya perkawinan itu akan diwarnai oleh jawaban kepada pertanyaan mendasar tadi. Untuk apa saya menikah? Menikah karena kecantikan akan mewarnai perjalanan rumah tangga. Kalau masih cantik maka rumah tangga masih solid. Begitu kecantikan berubah, berubah pula keadaan rumah tangga itu.

Demikian seterusnya. Kawin karena materi, popularitas, dan lain-lain yang bersifat duniawi semuanya akan berubah, lambat atau cepat. Dan kalau niat nikah karena semua itu maka nikah itu mengalami perubahan seiring perubahan motifnya.

Maka pada akhirnya, walaupun semua yang disebutkan di atas tiada salahnya menjadi motif, tapi motif yang akan abadi dan tak akan goyah selamanya hanya “ridho Allah” (mardhotillah).

Orang yang menikah karena Allah, apapun warna hidupnya, goncangan apapun yang terjadi dalam hidupnya, pasti akan kokoh dalam melanjutkan langkah life journey ini. Karena pada akhirnya the ultimate motive (dorongan utama) dari pernikahannya adalah mencari “ridho Tuhan”.

Ketiga, bahwa life journey ini adalah proses perjalanan saling belajar (ta’aruf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here