Maroko Dinilai Gagal Lindungi Perempuan dari Perkawinan Paksa

Menurut survei nasional, hampir dua pertiga wanita di Maroko telah mengalami kekerasan fisik, psikologis, seksual atau ekonomi. Bahkan tahun lalu, beredar video seorang wanita muda yang diserang secara seksual oleh sekelompok remaja laki-laki di bus di kawasan Casablanca dan memicu kemarahan seluruh penjuru negeri.
Menurut kelompok advokasi Girls Not Brides, 16 persen anak perempuan menikah sebelum usia 18 tahun di Maroko, di mana mereka diizinkan menikah dengan persetujuan yudisial.
"Banyak yang harus dilakukan untuk memastikan anak perempuan terlindung dari konsekuensi berbahaya dari pernikahan dini," kata Matilda Branson, Senior Policy dan Advocacy Officer di Girls Not Brides.
Pada tahun 2014 Maroko merombak hukum yang membiarkan para pemerkosa lolos dari hukuman jika mereka menikahi korban-korban mereka. Perubahan itu terjadi setelah adanya aksi bunuh diri seorang gadis berusia 16 tahun yang dipaksa menikahi pemerkosa. (Vina)
Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































