Marak Body Shaming, Ini Cara Menghadapinya

621
Depresi akibat body shaming (Foto: bridgemi.com)

Muslim Obsession – Perundungan atau yang lebih populer disebut sebagai bullying kerap terjadi dalam kehidupan sosial. Bullying bisa terjadi di sekolah, tempat kerja, lingkungan masyarakat, bahkan di lingkup keluarga sekalipun.

Meski lebih sering terjadi pada usia anak-anak, aksi bullying juga marak terjadi pada usia dewasa. Bullying ini juga dapat mengancam korban dan berpotensi menimbulkan gangguan kejiwaan.

Fenomena ini juga semakin marak lewat dunia maya terutama media sosial. Sebab, orang-orang semakin mudah eksis sekaligus berkomentar. Tentu saja, kontennya pun beragam, antara positif dan negatif.

Namun, tidak bisa dipungkiri, kaum perempuan di usia remaja dan dewasa sangat rentan menjadi korban di situasi seperti ini. Cewek adalah makhluk yang sangat senang dipuji dari sisi personalitas maupun fisik.

Itu sebabnya, eksistensi yang tak mampu ditunjukkan di dunia nyata akan dilampiaskan ke dunia maya, lewat foto maupun video. Di usia remaja, mereka juga tidak akan lepas dari krisis pencarian jati diri. Mencari tahu siapa diri mereka dan untuk apa mereka hidup.

Efek dari kondisi di atas, body shaming pun bermunculan dari para oknum yang tidak bertanggungjawab. Body shaming adalah istilah yang mewakili komentar negatif terhadap bentuk fisik seseorang dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Komentar negatif tentu berpengaruh buruk terhadap perasaan orang yang dikomentari. Mereka bisa emosi, marah, menangis, shock, kehilangan rasa percaya diri hingga bunuh diri.

Jika kamu adalah satu di antara korban body shaming, bagaimana caranya agar tetap kuat menghadapinya? Yuk, simak..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here