Mantan Sekertaris Natsir: NKRI Milik Bersama

751
Lukman Hakiem Parmusi OK
Lukman Hakiem saat menjadi pemateri dalam Seminar Mosi Integral Mohammad Natsir di Aula Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Jakarta, Muslim Obsession – Mantan Sekertaris Mohammad Natsir, Lukman Hakiem, mengingatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini dilahirkan, didirikan, dan dibentuk bersama-sama. Tidak boleh ada satu orang pun atau satu golongan pun yang mengaku-aku paling NKRI.

“(NKRI) ini milik bersama. Ini karya bersama,” tegasnya kepada hidayatullah.com. “Kita sudah buktikan arsitek utama (NKRI) ini ustadz (M Natsir). Bukan Soekarno. Bukan kaum nasionalis sekular,” katanya saat ditemui Muslim Obsession usai acara seminar Mosi Integral Natsir di Aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Selasa (11/4/2018).

Karena itu, lanjutnya, jangan melupakan dan menganggap enteng umat Islam yang perannya signifikan dalam sejarah dan Mosi Integral Natsir mengajarkan rakyat Indonesia untuk merawat persatuan.

Sebagai informasi, 67 tahun lalu, tepatnya 3 April 1950 ada peristiwa bersejarah di Indonesia yakni dikenal dengan lahirnnya “Mosi Integral Mohammad Natsir”  hal itu sebagai upaya konkrit Natsir dalam mengimplementasikan cita-cita perjuangannya pasca Republik Indonesia Serikat (RIS) dibubarkan melalui Konferensi Meja Bundar (KMB), Natsir mengambil inisiatif untuk menyampaikan mosi integrasi di hadapan Dewan Perwakilan Republik Indonesia Serikat (RIS).

Mosi integrasi yang disampaikan Natsir di depan DPR ketika itu merupakan sebuah cerminan luhur Natsir akan pentingnya persatuan Indonesia dalam bingkai NKRI. Sebagaimana kita ketahui, pada saat itu Indonesia terpecah ke dalam 17 negara bagian atau federal. Gagasan Natsir akan mosi integrasi yang dibacakannya di depan DPR RIS pada waktu itu. Turut mendapatkan dukungan baik dari kawan maupun lawan politiknya.

Kondisi inilah yang pada akhirnya mendorong Soekarno memproklamirkan untuk kembali kepada NKRI pada 17 Agustus tahun 1950. Atas gagasan Natsir yang luar biasa ini, tak ayal Soekarno menunjuk Natsir untuk menyusun kabinet dan menjabat sebagai Perdana Menterinya. Walaupun usia kabinet Natsir hanya berlangsung selama 8 bulan.

Banyak prestasi yang ditorehkan Natsir selama menjabat sebagai Perdana Menteri saat itu. Herbert Faith dalam bukunya The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia mencatat beberapa kesuksesan Kabinet Natsir yakni, Natsir membawa negara beberapa langkah ke jalan tertib sipil, melaksanakan administrasi rutin, dan meningkatnya produktivias nasional serta pertumbuhan ekonomi. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here