Malangnya Warga Kongo, Dilarang Berhaji karena Takut Sebarkan Wabah Ebola

550

Apa itu Ebola?

Ebola adalah penyakit akibat infeksi virus mematikan, yang bisa menyebabkan demam, diare, serta perdarahan di dalam tubuh penderitanya. Hanya 10% penderita Ebola yang selamat dari infeksi virus ini, tetapi penyakit ini jarang terjadi.

Hingga saat ini, belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia. Namun, sikap waspada dan langkah pencegahan terhadap penyakit yang mewabah di benua Afrika ini tetap perlu dilakukan. Salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat setiap hari.

Penularan Ebola

Dikutip dari Alo Dokter, penyebaran virus Ebola diduga berawal dari interaksi antara manusia dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar, monyet, atau simpanse. Sejak itu, penularan virus mulai terjadi antarmanusia.

Darah atau cairan tubuh penderita dapat masuk ke dalam tubuh orang lain melalui luka pada kulit atau lapisan dalam hidung, mulut, dan dubur. Cairan tubuh yang dimaksud adalah air liur, muntah, keringat, ASI, urine, tinja, dan air mani.

Virus Ebola juga dapat menular melalui kontak dengan benda yang telah terkontaminasi oleh cairan tubuh penderita, seperti pakaian, seprai, perban, dan jarum suntik. Namun demikian, Ebola tidak ditularkan melalui udara, atau melalui gigitan nyamuk. Penderita Ebola juga tidak dapat menularkan virus ke orang lain hingga gejala penyakit muncul.

Ada beberapa faktor yang mengakibatkan seseorang berisiko terkena virus Ebola, yaitu:

  • Bepergian ke negara yang memiliki kasus Ebola, seperti Sudan, Kongo, Liberia, Guinea, dan Sierra Leone.
  • Petugas medis, berisiko terinfeksi jika tidak menggunakan pakaian pelindung ketika merawat pasien Ebola.
  • Anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita, berisiko tertular ketika merawat penderita
  • Peneliti hewan, berisiko terinfeksi virus Ebola terutama ketika melakukan penelitian terhadap hewan primata yang didatangkan dari Afrika.
  • Mempersiapkan pemakaman korban Ebola. Jasad penderita Ebola masih berisiko menularkan. Proses pemakaman sebaiknya diserahkan kepada pihak yang sudah dilatih khusus untuk menangani jasad penderita Ebola.

(Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here