Malaikat Perempuan

1171
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Muslim Obsession – Suara malaikat seperti membisiki aku. Lalu ia bercerita…

Aku tak menyangka ini bisa terjadi. Sulit bagiku untuk menerima kenyataan ini. Kau tahu Ti, hanya aku yang amat mencintaimu—ah, kau mungkin tak akan percaya dengan pengakuan ini—kau harusnya bisa memahami perasaanku ini. Tapi bagimu, pengakuan tadi hanayalah omong belaka.

Aku sangka kau masih ingat dengan janji itu, janji belasan tahun lalu yang sempat aku katakan padamu. Kau masih ingat, Ti? Atau kau sengaja melupakannya? Ketika di bawah pohon Nangka, saat kita tengah asyik mengumpulkan daun-daun Nangka kering untuk dijadikan mahkota raja, dan berkata: Tini mau nggak kawin beneran? Jaka mau Tini jadi ibu bagi anak-anak kita nanti. Kau masih ingat Ti?

Setelah beberapa kali kita sering dipertemukan dalam permainan menjadi sepasang suami-istri, ketika itu anak lelaki yang lain, rasanya akan cemburu melihat kita bersanding dengan dipasangi mahkota Raja-Ratu dan ditaburi bunga-bunga taman.

Tapi sekarang, justru sebaliknya. Kini aku yang merasakan kecemburuan yang maha dasyat. Bahkan lebih dari itu.

Aku seperti patung, yang tak berarti di barisan paling belakang kerumunan orang-orang yang tengah berbahagia mengitarimu. Kau kini bersanding dengan orang lain. Mungkin aku adalah orang yang tidak diharapkan ada dalam hajat besar ini. Hajat suci ini. Ya, aku adalah tamu tak diundang. Kau juga rupanya tidak mengundangku, Ti. Kenapa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here