Maksiat Sering Dilakukan, Tetapi Penghapusnya Jarang

406

Jakarta, Muslim Obsession – Menurut KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, kita seringkali merasa terancam oleh dosa dan maksiat kita sendiri.

Aa Gym memberi pengandaian, bayangkan, andaikata satu maksiat satu noda, seperti apa setiap hari hati kita terus menerus melakukan maksiat.

Mata maksiat, mulut maksiat, pendengaran amksiat, pikiran maksiat, tubuh maksiat, hati maksiat, tebal sekali, sedang penghapusnya jarang.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam tanpa dosa, 100 kali sehari beristigfar dan memohon ampunan kepada Allah. Rasul tanpa dosa. Bagaimana dengan kita yang bergelimang dosa, berlumur maksiat, tapi sedikit sekali bertaubat,” kata Aa Gym seperti dikutip dari Instagram pribadinya @aagym, Selasa (20/8/2019).

Artinya, lanjut Aa Gym, masalah terbesar kita adalah kita tidak sungguh-sungguh bertaubat kepada Allah.

Selebihnya mudah, kalau gerbang taubat kita jalani, sungguh-sungguh minta ampun, berhenti dari berbuat maksiat, memerbanyak kebaikan, sebetulnya tidak ada yang berat dalam hidup ini. Semua urusan kita sepenuhnya ada dalam kekuasaan Allah.

Urusan hati, urusan tubuh, urusan ekonomi, urusan keluarga, urusan usaha, urusan bermasyarakat, seluruhnya ada dalam kekuasaan Allah.

“Kalau Allah mudahkan akan mudah, kalau Allah persulit akan sulit. Dan gerbang kemudahan sudah dijanjikan, yaitu barang siapa yang memperbanyak istigfar, semoga Allah menggolongkan kita menjadi ahli tobatan nasuha,” jelas Aa.

Aa Gym juga mengutip sebuah hadist yang berbunyi:

“Barang siapa memperbanyak istigfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka,” (Hadist Riwayat Ahmad).

“Mari sahabat, perbanyak istighfar. Semoga dengan istighfar kita ini, Allah Ta’ala ampuni semua dosa maksiat yang kita lakukan,” kata Aa Gym mengakhiri tausiyah singkatnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here