Makna Unik Warna Rumah di Kota Tua Jeddah

112

Muslim Obsession – Sebagai kota pelabuhan di pinggir Laut Merah, Jeddah menyimpan sejarah panjang pembentukan wilayahnya di masa lampau. Kawasan Al Balad Historical District adalah bukti peninggalan kuno yang masih terjaga hingga saat ini.

Yang dimaksud Al Balad bukan kawasan perbelanjaan yang sekarang banyak dikunjungi jamaah haji, tapi satu area yang berada di seberang timur Masjid Syaikh Ibrahim Al Juffali atau Masjid Qisas. Berada di pinggir Jalan Madinah Al Munawwarah dan Jalan King Abdul Aziz Jeddah.

Kawasan ini terbagi dalam empat wilayah, yakni As Syam, Al Yaman, Al Madzlum, dan Al Bahar. As Syam berarti semua yang ada di utara, Al Yaman merujuk pada semua yang ada di selatan, Al Mazdlum merupakan wilayah yang menjadi tempat pemakaman ulama besar bernama Afif Al Din Al Madzlum, dan Al Bahar adalah wilayah di pinggir pantai.

Mamasuki Al Balad seakan masuk ke dalam mesin waktu. Pengunjung dibawa ke masa lalu, ke sebuah kota kuno penuh dengan gedung-gedung tua bertingkat setinggi 30 meter. Bangunannya bersitektur tradisional Hijaz atau Semenanjung Arab bagian barat. Sebagian terlihat terawat, tapi banyak yang dibiarkan rusak.

“Rumah-rumah di sini berumur antara 100-800 tahun lalu,” kata penduduk lokal, Kamal Albaladi saat memandu tim Media Center Haji (MCH), akhir pekan lalu.

Cukup mudah mengetahui gedung atau rumah mana yang masih ditempati. Jika terlihat ada kompresor terpasang di tembok atau dinding bangunan, sudah dapat dipastikan gedung atau rumah itu ada penghuninya. Biasanya bangunan itu merupakan hotel, kafe, museum, toko barang antik/museum, atau rumah tempat tinggal.

Bangunan kuno di Al Balad cukup unik. Jika diperhatikan dengan seksama, setiap bangunan miring. Temboknya menggunakan campuran batu koral dan tanah. Di tengah tembok terdapat kayu yang disebut taklilah.

Kegunaannya untuk tempat menopang tembok atas ketika bagian bawah direnovasi. Sehingga perbaikan bisa dilakukan hanya di tembok yang rusak tanpa menghancurkan semuanya.

Warna bangunan rumah juga beraneka ragam, yakni coklat, biru, dan hijau. Warna tersebut menunjukkan siapa pemilik rumah itu. Rumah berwarna coklat menunjukkan bahwa penghuninya adalah seorang pengusaha.

Rumah warna biru berarti orang yang tinggal di dalamnya bekerja di laut, seperti nelayan atau pembuat kapal. Adapun warna hijau menunjukkan tanda kedamaian dan kemakmuran penghuninya.

Keunikan lainnya, bangunan kuno di Al Balad memiliki jendela yang disebut roshan. Bentuk roshan berbeda dengan jendela rumah di Indonesia. Meski tembok rumah terbuat dari batu koral, tapi roshan terbuat dari kayu yang ditempelkan ke dinding.

Roshan juga memiliki semacam teras kecil yang bisa digunakan oleh orang untuk berdiri. Di zaman dulu biasa digunakan perempuan untuk mengobrol dengan tetangganya. Selain itu, fungsi roshan juga sebagai sumber cahaya dan sirkulasi udara di dalam rumah.

“Fungsi roshan lainnya adalah memungkinkan perempuan melihat anak-anaknya dari dalam rumah tanpa ada yang bisa melihatnya dari luar rumah,” papar Kamal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here