Makanan Jamaah Haji Bercita Rasa Nusantara

350
Makanan Jamaah Haji
Kepala Daerah Kerja (Dake)r Makkah Endang Jumali, bersama Kepala Dapur Bin Marta, Karma Senam Zain, menunjukkan bahan baku yang diimpor dari Indonesia, Senin (23/7/2018). (Foto: Kemenag)

Makkah, Muslim Obsession – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) menjanjikan, hidangan yang bakal disantap jamaah haji tahun ini bercita rasa Nusantara. Tak hanya itu, sejumlah bahan baku juga diimpor langsung dari Indonesia.

Sejauh mana hal tersebut diwujudkan?

Tim Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja (Daker) Makkah mengunjungi Bin Marta Catering, salah satu penyedia layanan jasa katering bagi jamaah haji Indonesia, Senin (23/7/2018) siang waktu setempat.

Bin Marta Catering terletak di wilayah Jabal Nur, Makkah, merupakan salah satu dari 36 katering yang ditunjuk Kemenag untuk menyediakan konsumsi jamaah haji Indonesia.

Kepala dapur Bin Marta Catering, Karma Senam Zain, menjelaskan pihaknya akan menyiapkan 6.000 porsi tiap jam makan atau 12 ribu porsi untuk makan siang dan malam.

“Kami memiliki 7 juru masak, 6 tenaga penyiap bahan baku dan 30 tenaga pengemas makanan,” tutur Karma seperti dikutip Muslim Obsession dari keterangan tertulis Humas Kemenag, Selasa (24/7/2018).

Dengan jumlah tenaga tersebut, Karma optimistis mampu memenuhi target kerja yang diberikan Kemenag.

Beberapa bahan baku makanan asal Indonesia juga tampak memenuhi gudang penyimpanan. Mulai dari kecap, saus dan bumbu-bumbu khas Indonesia.

“Bahkan ada pula nangka muda, daun salam, dan jeruk purut khas Indonesia,” tandas Kadaker Makkah Endang Jumali saat ditemui di lokasi. “Ada pula tempe dan buncis.”

Oleh karena itu Endang berharap jamaah tak perlu membawa uang berlebih saat menunaikan ibadah haji.

“Insya Allah terkait makan tak perlu khawatir,” tegasnya.

Sementara itu Kasi Katering Daker Makkah, Evy Nuryana, yang turut serta dalam rombongan mengaku pihaknya akan terus mengawasi bahan baku, peralatan dan juru masak.

“Alhamdulillah dari 36 katering rata-rata sudah siap, sementara bahan baku akan dilengkapi paling lambat hari ini,” ujarnya.

Terkait mekanisme kontrol yang dilakukan, Evy mengungkapkan pihaknya memberi perhatian lebih pada aspek produksi dan distribusi makanan.

“Jamaah Indonesia akan mendapat makan siang dan makan malam selama 20 hari,” terang Evy.

Rinciannya yakni mulai Kamis (26/7/2018) mendatang saat jamaah mulai masuk ke Makkah dan akan berakhir pada 4 Dzulhijjah atau Rabu Agustus 2018.

“Pelayanan katering akan mulai lagi tanggal 16 Dzulhijjah,” katanya.

Evy menambahkan, jamaah haji Indonesia selama proses Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) akan mendapatkan 16 kali makan, dengan rincian 15 kali makan dan sekali snack berat selama 5 hari terhitung 8 – 12 Dzulhijjah.

“Jelang puncak Armina, layanan katering dihentikan karena Makkah sudah sangat padat,sehingga tidak memungkinkan distribusi,” ucapnya.

Pada periode itu jamaah bisa membeli makanan secara mandiri. (arh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here