Mahkamah Agung India Khawatirkan Perubahan Warna Taj Mahal

721
Para siswa membantu membersihkan Sungai Yamuna, sumber polusi yang dikatakan merusak Taj Mahal (Photo: BBC News)

New Delhi, Muslim Obsession – Mahkamah Agung India mengkhawatirkan perubahan warna Taj Mahal. Sehingga menginstruksikan pemerintah untuk mencari bantuan asing untuk proses perbaikan.

“Makam terkenal itu, yang dibangun pada abad ke-17 dari marmer putih dan material-material lainnya, telah berubah menjadi kuning dan sekarang berubah menjadi coklat dan hijau,” kata Mahkamah Agung, sebagaimana dilansir BBC News, Rabu (2/5/2018).

Pencemaran, konstruksi, dan kotoran serangga disebut menjadi salah satu penyebabnya. Sementara itu, Hakim Madan Lokur dan Deepak Gupta memeriksa foto-foto Taj Mahal yang diajukan oleh kalangan pencinta lingkungan dan memerintahkan pemerintah untuk mencari tenaga ahli dari dalam dan luar negeri.

Pemerintah sebelumnya telah menutup ribuan pabrik dekat Taj Mahal, tetapi para aktivis mengatakan kilauan dan kegemerlapan marmer istana itu menghilang atau memudar.

Limbah di Sungai Yamuna, di samping Taj Mahal juga menarik serangga yang membuang kotoran di dinding istana dan meninggalkan noda.

Taj Mahal dibangun oleh Kaisar Mughal Shah Jahan di kota Agra dan sekarang menjadi salah satu tempat wisata terkemuka di dunia, menarik sebanyak 70.000 pengunjung setiap hari.

Masalah kotoran bukanlah masalah baru. Karena beberapa kali selama dua dekade terakhir, marmer putih istana dibersihkan dengan menggunakan lumpur untuk menghilangkan noda kekuningan akibat polusi.

Perawatan tersebut diharapkan dapat mengembalikan kilau alami dan warna putih marmer, tetapi kekhawatiran tentang masalah ini memburuk.

Lumpur tersebut kemudian dibersihkan untuk menghilangkan kotoran atau noda yang menempel di marmer monumen itu. Operasi pembersihan saat ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun ini. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here