Mahfud MD Salut dengan Keberanian Dahnil Anzar Simanjuntak

137
Dahnil Anzar Simanjuntak
Dahnil Anzar Simanjuntak (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Banyak tokoh yang sudah menyatakan dukungannya kepada salah satu pasangan calon di Pilpres 2019. Salah satunya adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak yang mantap mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Keberanian Dahnil menjadi Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi mendapat apresiasi dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Dia salut dengan keberanian Dahnil karena mau melepaskan jabatannya sebagai PNS. Dahnil tercatat sebagai dosen di Banten.

“Saya pendukung #2019PilpresCeria : silahkan pilih siapapun. Tapi saya salut kepada Dahnil yang mundur dari ASN karena jadi jubir 1 paslon. Banyak loh orang yang jadi pengurus parpol tapi tetap bertahan sebagai PNS. Bahkan ada yang saat jadi anggota DPR masih PNS sehingga setelah dari DPR jadi PNS lagi padahal dilarang oleh UU,” ujar Mahfud MD, Jumat (21/9/2018).

Menurut Mahfud, siapapun masyarakat yang sudah masuk dalam partai politik atau terlibat dalam politik praktis maka, yang bersangkutan harus mundur dari statusnya sebagai PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN). Mahfud sendiri pernah melakukan itu.

“Mnrt saya PNS yg merangkap menjadi pengurus parpol gajinya haram krn jelas2 dilarang oleh UU. Itu sebabnya ketika masuk parpol dan jd anggota DPR dulu sy mundur dari PNS,” jelasnya.

Dahnil menceritakan, ia diajak oleh Prabowo dan Sandiaga, untuk masuk dalam tim dan menempati posisi sebagai Koordinator Juru Bicara. Atas ajakan itu, Dahnil mengaku sempat salat istikharah atau meminta petunjuk Allah SWT, lalu berdiskusi dengan keluarga, sahabat dan senior di internal dan luar Muhammadiyah.

Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk menerima tawaran dari Prabowo dan Sandiaga tersebut. Namun, di satu sisi, Dahnil adalah seorang dosen dan tercatat sebagai PNS, yang diharuskan netral dalam politik praktis. Ia pun memutuskan mundur dari status itu.

“Terkait dengan ijtihad pribadi saya tersebut, tentu berdampak pada status saya sebagai dosen tetap ASN di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten yang mensyaratkan harus netral. Maka saya akan mengundurkan diri sebagai ASN Untirta,” ujar Dahnil, saat dihubungi, Kamis (20/9).

Atas keputusan yang diambilnya itu, Dahnil yang juga dikenal sebagai pegiat antikorupsi itu, berharap bisa membawa kebaikan untuk bangsa dan negara.

Ia juga memastikan, keputusan ini tidak akan mengikutsertakan Pemuda Muhammadiyah dalam politik praktis. Karena, dalam waktu yang tidak lama ia akan melepas jabatan di organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah itu.

“Terkait pimpinan pusat Pemuda Muhammadiyah, Insya Allah akan muktamar pada bulan November ini,” ujar presiden Religion for Peace Asia and Pacific Youth Interfaith Network (RfP-APYIN) periode 2014-2019 itu. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here