Mahfud MD: Pemerintah Tak Bisa Larang KLB Demokrat

222
Mahfud MD
Mahfud MD. (Foto: Liputan6.com)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud DM menanggapi diadakannya kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut), Jumat (5/3).

Menurut Mahfud, pemerintah tidak ada yang bisa melarang diadakannya KLB pada sebuah partai. Termasuk Demokrat. Ia lantas menyingung soal peristiwa KLB PKB yang menjatuhkan Gus Dur dari kursi Ketua Umum. Saat itu Presiden Megawati juga membiarkan.

“Sesuai UU 9/98 Pemerintah tak bisa melarang atau mendorong kegiatan yg mengatasnamakan kader Partai Demokrat di Deliserdang. Sama dengan yang menjadi sikap pemerintahan Bu Mega pada saat Matori Abdul Jalil (2020) mengambil PKB dari Gus Dur yan kemudian Matori kalah di Pengadilan (2003),” kata Mahfud lewat akun Twitter, @mohmahfudmd.

“Saat itu Bu Mega tak melarang atau pun mendorong, karena secara hukum hal itu masalah internal PKB. Sama juga dengan sikap Pemerintahan Pak SBY ketika (2008) tidak melakukan pelarangan saat ada PKB versi Parung (Gus Dur) dan versi Ancol (Cak Imin). Alasannya, itu urusan internal parpol,” ucap Mahfud.

Sekarang KLB yang diinisiasi pecatan kader Demokrat, Jhonny Allen Marbun tersebut memilih Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai ketua umum Demokrat menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurut Mahfud, bagi pemerintah, peristiwa KLB di Deli Serdang merupakan masalah internal Partai Demokrat. “Bukan (minimal belum) menjadi masalah hukum. Sebab belum ada laporan atau permintaan legalitas hukum baru kepada pemerintah dari Partai Demokrat. Pemerintah sekarang hanya menangani sudut keamanan, bukan legalitas partai,” kata Mahfud.

Hanya saja, berdasarkan kasus yang disebut Mahfud itu adalah konflik internal partai. Adapun dalam kasus KLB Demokrat, melibatkan penguasa. Hal itu setelah KSP Moeldoko yang merupakan pejabat di lingkungan ring 1 Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here