Mahfud MD Jawab Kritik Soal Masjid Ditutup Mal Dibuka

225

Jakarta, Muslim Obsession – Pemerintah mendapat kritikan soal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), khususnya menyangkut dibolehkannya mal-mal untuk dibuka kembali, dan tempat-tempat umum seperti bandara. Di sisi lain, masjid-masjid diminta tetap ditutup.

Menko Polhukam Mahfud Md pun merespons kritik tersebut yang sempat disampaikan Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin. Menurut Mahfud kritik itu bersifat personal.

“Mungkin saya tidak melihat juga sih kalau ada misalnya majelis ulama kecewa dengan apa yang terjadi. Pertama ini kan pernyataan orang majelis ulama, bukan majelis ulamanya yang mengatakan,” kata Mahfud Md, Selasa (19/5/2020).

“Apa yang dikatakan misalnya mengapa masjid kok ditutup, mal-mal itu kok dibuka,” imbuh Mahfud.

Mahfud menyebut mal dan layanan lain yang dibuka melanggar PSBB, justru mereka berarti memenuhi aturan PSBB. Mahfud juga menyinggung soal salah satu pusat perbelanjaan yang ditutup karena melanggar PSBB.

“Saya kira yang dibuka itu bukan melanggar hukum juga karena memang ada sektor atau 11 sektor tertentu yang oleh undang-undang boleh dibuka dengan protokol. Tetapi yang melanggar seperti IKEA itu kan juga ditutup. Yang melanggar ya,” kata Mahfud Md.

Mahfud juga menyinggung bandara yang masih buka. Menurut Mahfud, bandara tetap buka demi melayani orang-orang yang berkaitan langsung dengan penanganan COVID-19.

“Misalnya bandara untuk mengangkut orang-orang karena tugas-tugas dan keperluan tertentu dengan syarat tertentu itu dibuka. Yang melanggar ketentuan itu juga ditindak yang tidak sesuai dengan aturan itu,” jelas Mahfud.

Sekjen MUI Anwar Abbas sebelumnya mempersoalkan sikap pemerintah yang tetap melarang masyarakat berkumpul di masjid. Anwar mempertanyakan, mengapa pemerintah tidak tegas terhadap kerumunan yang terjadi di bandara.

“Tapi yang menjadi pertanyaan, mengapa pemerintah hanya tegas melarang orang untuk berkumpul di masjid. Tapi tidak tegas dan tidak keras dalam menghadapi orang-orang yang berkumpul di pasar, di mal-mal, di bandara, di kantor-kantor dan di pabrik-pabrik serta di tempat-tempat lainnya,” kata Anwar Abbas dalam keterangan tertulis, Minggu (17/5). (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here