Mahathir Ajak Indonesia Perangi kampanye Hitam Produk Kelapa Sawit

417
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berjalan di pelataran Istana Bogor (Foto: Istimewa)

Bogor, Muslim Obsession – Indonesia dan Malaysia saat ini menghadapi tantangan dari ekspor produk kelapa sawit. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pun mengajak pemerintah Indonesia untuk memerangi kampanye hitam yang dilancarkan Uni Eropa.

“Mereka mengatakan minyak kelapa sawit dibuat dari hutan yang ditebang pengusaha dan dengan itu berdampak buruk pada iklim,” ujar Mahathir di Istana Bogor usai melakukan pertemuan terbatas dengan Presiden RI Joko Widodo, Jumat (29/6/2018).

Meski demikian, Mahathir menegaskan produk kelapa sawit yang dimiliki kedua negara tidak berdampak pada lingkungan.

“Di Eropa, negara mereka juga dahulu ditutupi dengan hutan. Tetapi mereka sudah tebang hampir semua hutan mereka. Tidak ada yang membantah, dan kita juga tidak membantah,” tambahnya.

Dia menuding isu kampanye tersebut dihembuskan karena adanya kepentingan persaingan produk. “Padahal sebaliknya mereka tahu bahwa kelapa sawit ini bersaing dengan minyak mereka dari soybean,” jelasnya.

Indonesia dan Malaysia merupakan produsen terbesar kelapa sawit di dunia. Pada 2017 lalu diperkirakan produksi kelapa sawit Indonesia mencapai 36,5 juta ton, sementara produksi Malaysia mencapai 19,9 juta ton.

Beberapa waktu lalu, Parlemen Eropa sepakat untuk menghapus penggunaan produk kelapa sawit pada 2021 dan bahan bakar alami (biofuel) dengan bahan dasar tanaman -termasuk kelapa sawit– bagi semua negara anggotanya. Parlemen juga sepakat menekan hingga maksimal 7 persen penggunaan sawit untuk sumber energi terbarukan transportasi sampai 2030.

Keputusan ini tak langsung berlaku efektif. Keputusan final nanti masih harus melibatkan negosiasi tripartit antara Parlemen Eropa, Komisi, dan Dewan Menteri Eropa. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here