Mahasiswa UMTAS Juara Pencak Silat se-Jabar

561

Tasikmalaya, Muslim Obsession – Putriana Dewi Octaviani mahasiswi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) merupakan salah satu dari tujuh mahasiswa yang mewakili UMTAS dalam acara Kejuaraan Pencak Silat UNPER OPEN CUP I antar Pelajar, Mahasiswa, dan Perguruan Pencak Silat Tingkat Jawa Barat 2018.

Pada acara yang digelar sejak 19-21 Juli tersebut, Putri mendapatkan medali emas. Tiga rekannya yang lain mendapatkan medali Perunggu, yaitu Fitri Fauziah (Teknik Mesin semester 4), Rudi Ahmad Fauzi (S1 Keperawatan semester 4), dan M. Risaldi B (PTI semester 2). Sedangkan, tiga lainnya yang ikut dalam kompetisi adalah Imam Baehaqi (S1 Keperawatan semester 4), Alifia Chika (D3 Kebidanan semester 2), dan Muszaid Zazkir (PTI semester 2).

Ini bukan kali pertamanya Putri mendapatkan medali tingkat propinsi. Akhir 2017 lalu ia mengantongi medali juara II pencak silat tingkat propinsi Jawa Barat yang digelar di Kuningan. Ia mengaku senang dan tidak menyangka akan mendapatkan medali emas tingkat propinsi Jawa Barat.

“Tadinya saya tidak akan ikut, karena jadwalnya bentrok dengan UAS dan orang tua juga tidak mengizinkan. Tetapi atas dorongan teman-teman dan Pak Asep (pelatih Tapak Suci-red), akhirnya saya mendaftar,” ujar putri dari Pendekar Madya Tapak Suci, Iyan Nurhayan (alm) tersebut.

Ia mengucap syukur, karena telah memberikan kebanggaan kepada orang tua dan almamaternya melalui prestasi yang diraihnya.

“Saya berlatih Tapak Suci sejak SMP. Tetapi belum pernah mengikuti pertandingan, karena dilarang oleh orang tua. Saya baru mengikuti pertandingan ketika sudah kuliah di UMTAS. Yang berkesan dari pertandingan kemarin selain bertemu dengan teman-teman se-Jawa Barat adalah perjuangan meyakinkan mamah, sampai mamah ga percaya saya masuk final, datang ke lokasi pertandingan tetapi saya udah beres tanding, hingga termehek-mehek karena ga nyangka saya dapet juara 1. Juga perjuangan melobi Pak Oni (dosen-red) untuk mengundur UAS saya dari tanggal 21 ke tanggal 23,” jelasnya.

Asep Iman sebagai Pembina UKM Tapak Suci UMTAS mengungkapkan rasa bangga atas diraihnya prestasi tersebut.

“Alhamdulillah, saya bangga atas prestasi yang telah diraih. Walaupun sebenarnya secara pribadi saya merasa belum puas karena merasa belum maksimal latihannya, sehingga hasil yang diraih pun belum maksimal,” papar pembina yang sekaligus merangkap sebagai pelatih tersebut, dirilis Humas UMTAS.

Ia juga menuturkan, bahwa proses latihan menjelang pertandingan ini bukan tanpa kendala. Kendala terberat menurutnya adalah sinkronisasi jadwal latihan dengan jadwal akademik, mengingat UMTAS waktu itu sedang melaksanakan UAS.

Bidang Kemahasiswaan UMTAS, Yana Mulyana, S. Kom., memberikan apresiasi yang tinggi kepada UKM Tapak Suci atas prestasi yang diraihnya.

“Tapak Suci merupakan Ortom (Organisasi Otonom) milik Muhammadiyah, tetapi di UMTAS dijadikan UKM agar lebih mudah dikoordinir. Kejuaraan yang telah diraih kemarin harus disyukuri dengan meningkatkan semangat demi mewujudkan generasi juara. Jadi jangan hanya Putriana yang menjadi juara. Tetapi Tapak Suci harus menemukan strategi agar melahirkan atlit-atlit baru bermental juara di masa depan,” tuturnya.

“Pesan untuk UKM Tapak Suci adalah tingkatkan prestasi. Jangan puas dengan prestasi yang didapat. Jangan berhenti belajar. Saat ini kami sedang mengusahakan beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi, baik prestasi akademik maupun non-akademik. Syaratnya adalah mahasiswa yang bersangkutan harus meraih juara tingkat propinsi, nasional, dan internasional. Semoga hal ini menjadi penyemangat untuk mahasiswa dalam fastabiqul khairat meningkatkan prestasi di bidang apapun sesuai dengan minat dan bakatnya,” pungkasnya. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here