Mahasantri Indonesia Raih Prestasi di Al-Azhar Mesir

39
Mahasantri asal Indonesia meraih prestasi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. (Foto: kemenag)

Muslim Obsession – Dua mahasantri asal Indonesia meraih prestasi di Universitas Al-Azhar, Mesir. Dua mahasiswa santri berprestasi itu, Sayyidah Umi Kulsum dan Siti Jazilah, berasal dari Pesantren Al-Hikmah 2 Sirampog Brebes Jawa Tengah.

Mereka merupakan mahasantri Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama (Kemenag). Keduanya mengikuti juara lomba kreativitas dan pengembangan bakat di sebuah ajang yang digelar Grand Syekh Al-Azhar Cairo University Syekh Ahmad Thoyyib bersama Al-Azhar Cairo Parliament pada 23 Juli 2020.

Kompetisi ini digelar secara daring dan pengiriman karya, khusus bagi kalangan pelajar putri, baik itu mahasiswi Universitas Al-Azhar maupun Ma’had Al-Azhar.

Dikutip dari Kemenag, Ahad (13/9/2020), Ketua Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) Regional Kairo Egi Riyanto menerangkan, cabang lomba dan seni yang dilombakan cukup banyak, antara lain cabang Tahfizhul Quran, Musabaqah Tilawatil Quran, puisi dan prosa Bahasa Arab, gambar dan kaligrafi, kerajinan tangan, fotografi, jahit-menjahit, bercerita, serta nasyid.

“Dua mahasantri putri PBSB ikut pada cabang seni Kaligrafi dan Nasyid. Saat diumumkan, keduanya berhasil meraih Juara 1 pada cabang yang diikutinya,” ujar Egi melalui pesan singkat, Sabtu (12/9/2020).

Capaian ini diapresiasi Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono. Menurutnya, prestasi keduanya menunjukkan mahasantri PBSB di Al-Azhar Kairo mampu bersaing dengan para mahasiswi utusan lebih dari sepuluh negara yang ikut berlomba. “Tidak hanya berprestasi dalam akademik, tapi juga non-akademik,” tuturnya.

“Saya ucapkan selamat atas prestasi gemilang ini. Pertahankan nama baik Indonesia dan pesantren di kancah internasional,” sambungnya.

Waryono meminta seluruh mahasantri PBSB tetap menjaga proses dan prestasi belajarnya, berperan aktif dalam menjaga tradisi kepesantrenan, serta menjadi agen moderasi beragama di lingkungan kampus saat ini. Terlebih, mahasantri PBSB Kairo yang jauh dari keluarga agar tetap menjaga kesehatan dan keselamatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan.

“Saya berharap mahasantri PBSB Kairo menjadi duta bangsa dan agama yang menebar model keberagamaan yang ramah dan damai,” pesannya.

Hal senada disampaikan Kasubdit Pendidikan Pesantren Basnang Said. Menurutnya, prestasi ini tidak terlepas dari bakat keterampilan dan kreativitas yang dilatih sejak dari pesantren.

“Pesantren dan kesenian bukanlah hal yang asing bagi para santri. Banyak pesantren yang membekali para santrinya dengan kegiatan pengembangan minat dan bakat semacam ini,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here